100 Hari Kepemimpinan Prof. Udin–Cece Dessy: Fokus Banjir, Lingkungan, dan Pengelolaan Sampah

Pangkalpinang,LibangNews.Com- Seratus hari kepemimpinan Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna diwarnai langkah-langkah konkret menjawab persoalan mendasar kota, mulai dari banjir, kebersihan lingkungan, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Pasangan yang dilantik pada 15 Oktober 2025 di Gedung Tudung Saji Kantor Wali Kota Pangkalpinang ini langsung dihadapkan pada ujian awal berupa banjir yang melanda sejumlah wilayah kota. Hujan deras yang turun bertepatan dengan awal masa jabatan menjadi momentum bagi keduanya untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

Sejak hari pertama, Prof. Udin dan Cece Dessy turun meninjau wilayah terdampak, memetakan titik-titik rawan, serta menggerakkan perangkat daerah dan tim lintas sektor guna melakukan penanganan cepat. Selain aspek teknis, perhatian terhadap warga terdampak juga menjadi prioritas melalui penyaluran bantuan logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Memasuki masa kerja, upaya pencegahan banjir terus digalakkan dengan menitikberatkan pada perbaikan lingkungan. Pemerintah Kota Pangkalpinang menghidupkan kembali semangat gotong royong, melibatkan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat RT dan RW.

Aksi bersih lingkungan dijadikan kegiatan rutin setiap Jumat pagi di lingkungan Pemkot Pangkalpinang. Langkah ini kemudian berkembang menjadi gerakan kolaboratif bersama masyarakat melalui berbagai program, salah satunya KOLAK BEKO (Kolaborasi Akbar Bersih Kota) yang digagas warga.

Tak hanya di tingkat lokal, komunikasi dengan pemerintah pusat juga dibangun. Prof. Udin secara langsung menyampaikan kebutuhan infrastruktur Kota Pangkalpinang kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan harapan dukungan tersebut dapat masuk dalam pembahasan APBN 2026.

“Kota Pangkalpinang sangat membutuhkan dukungan infrastruktur dari pemerintah pusat. Kami berharap ini dapat menjadi perhatian serius demi kenyamanan masyarakat,” ujar Prof. Udin.

Di sektor pengelolaan sampah, Pemkot Pangkalpinang mulai memadukan pendekatan lingkungan dan ekonomi. TPS3R Kawa Begawe di Kelurahan Selindung yang sempat terbengkalai kembali dioperasikan pada Jumat (23/1/2026) sebagai upaya menekan volume sampah kota yang mencapai sekitar 100 ton per hari.

Pengolahan sampah dilakukan dengan sistem Reduce, Reuse, Recycle (3R). Untuk sampah organik, Pemkot menggandeng Forum Masyarakat Peduli Sampah (Formap) yang telah berpengalaman mengelola sampah organik selama enam tahun, dengan hasil akhir berupa kompos.

“Dengan TPS3R yang beroperasi optimal, persoalan sampah bisa kita atasi bertahap. Jika ada 10 TPS3R dengan kapasitas 10 ton per hari, maka masalah sampah di Pangkalpinang dapat diselesaikan,” jelas Prof. Udin.

Selain TPS3R Kawa Begawe, dua fasilitas serupa di Genas dan Semabung juga direncanakan segera beroperasi untuk menambah kapasitas pengolahan sampah dan mengurangi residu yang dibuang ke TPA.

Memasuki 100 hari kepemimpinan, Prof. Udin dan Cece Dessy menegaskan komitmennya untuk terus bergerak dan bekerja, memastikan program-program prioritas berjalan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat Pangkalpinang.(*)

Pos terkait