Rektor Unmuh Babel: Sabar dan Salat Kunci Hadapi Ujian Hidup, Siapkan Beasiswa untuk Anak Jamaah

Bangka,LibangNews.Com-  Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., mengajak umat Islam menjadikan sabar dan salat sebagai fondasi utama dalam menghadapi setiap persoalan kehidupan. Pesan tersebut disampaikannya saat mengisi tausiyah sebelum salat tarawih berjamaah di Masjid Nurul Ikhsan, Desa Nibung, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Selasa (3/3/2026).

Dalam ceramahnya, ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 153, “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Menurutnya, seruan “wahai orang-orang yang beriman” menunjukkan pentingnya pesan tersebut bagi setiap Muslim.

“Allah memerintahkan kita meminta pertolongan melalui dua hal: sabar dan salat. Kehidupan pasti diwarnai masalah. Tidak ada manusia tanpa ujian. Justru melalui persoalan itulah Allah mendidik dan menguatkan kita,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan semata-mata dengan logika dan kemampuan rasional manusia. Ada batas dalam ikhtiar manusia, sehingga pendekatan spiritual menjadi penopang utama agar hati tetap kokoh dan tenang.

Selain ayat 153, ia turut mengutip ayat 154 yang menegaskan bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah sejatinya hidup di sisi-Nya, meskipun manusia tidak menyadarinya. Pesan tersebut, kata dia, menjadi penguat keyakinan bahwa setiap ketentuan Allah mengandung hikmah.

Sebagai penegasan, ia mengajak jamaah merenungkan ayat 156, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” — sesungguhnya manusia adalah milik Allah dan kepada-Nya akan kembali. Kalimat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa setiap ujian merupakan bagian dari ketetapan Allah yang harus diterima dengan lapang dada.

Rektor juga menjelaskan tiga tingkatan musibah dalam perspektif keimanan. Pertama, sebagai ujian bagi orang beriman untuk meningkatkan kualitas iman. Kedua, sebagai peringatan bagi mereka yang melakukan kemaksiatan. Ketiga, sebagai azab bagi yang terus-menerus bermaksiat tanpa keinginan untuk bertobat.

Pada kesempatan itu, Fadillah Sabri menunjukkan kepedulian nyata dengan menyatakan komitmennya memberikan beasiswa pendidikan kepada putra sulung seorang jamaah yang memiliki 13 anak. Siswa kelas XI SMA tersebut direncanakan akan melanjutkan pendidikan tinggi di Unmuh Babel.

Langkah tersebut disambut haru oleh jamaah yang hadir, sekaligus menjadi wujud nyata bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi juga melalui aksi konkret dalam mendukung akses pendidikan masyarakat.

Pos terkait