PANGKALPINANG,LibangNews.Com- Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan pentingnya ketepatan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar penyaluran bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran. Hal itu disampaikannya saat menghadiri penyaluran bantuan pangan pemerintah pusat periode Oktober–November di Kelurahan Tuatunu Indah, Kamis (27/11).
Dalam kegiatan tersebut, Dessy menyerahkan secara langsung bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng kepada para KPM. Total bantuan yang disalurkan untuk Kota Pangkalpinang mencapai 7.025 paket, sementara Kecamatan Gerunggang memperoleh alokasi sebanyak 1.129 paket.
Dessy menekankan bahwa pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) perlu terus diperkuat. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa menerima bantuan.
“Ketepatan data itu krusial. Kami ingin bantuan ini dirasakan oleh mereka yang benar-benar membutuhkan. Pendataan BPS harus terus kita dorong agar semakin akurat,” tegasnya.
Sejak satu bulan dilantik, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin dan Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna telah menjalankan sejumlah program unggulan, mulai dari peningkatan kebersihan kota, penguatan sektor sosial, peningkatan layanan masyarakat, hingga konsolidasi bersama OPD untuk mempercepat pelayanan publik.
Dessy menyebut keberhasilan langkah awal tersebut tak lepas dari dukungan masyarakat dan koordinasi lintas instansi. “Ini baru langkah awal. Banyak program yang kami kebut agar masyarakat langsung merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Sementara itu, warga yang menerima bantuan mengapresiasi perhatian pemerintah dalam membantu kebutuhan masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok. Salah satu penerima manfaat, Ibu Rahma, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah bantuan ini sangat membantu. Terima kasih kepada pemerintah kota yang cepat tanggap dan peduli,” tuturnya.
Warga lainnya berharap program bantuan serta kunjungan langsung ke lapangan terus dipertahankan karena dinilai mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Kegiatan penyaluran bantuan ini tidak hanya menjadi ajang distribusi pangan, tetapi juga bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.








