Cece Dessy: Perempuan Kini Berperan Aktif di Ruang Publik dan Punya Daya Ubah Besar

Pangkalpinang,LibangNews.Com-  Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna atau Cece Dessy, menegaskan bahwa perempuan masa kini telah mengalami pergeseran peran yang signifikan. Tidak lagi terbatas pada urusan domestik, perempuan kini tampil aktif dan berkontribusi nyata di berbagai sektor strategis.

Hal tersebut disampaikan Cece Dessy saat menjadi narasumber dalam Seminar Partisipasi Publik untuk Perlindungan Perempuan di Lingkup Masyarakat yang diselenggarakan oleh HKTI Bangka Belitung, Minggu (21/12/2025).

Menurutnya, perempuan saat ini telah hadir di ruang publik yang inklusif, mulai dari bidang ekonomi, sosial, politik hingga isu lingkungan. Peran tersebut menjadikan perempuan sebagai elemen penting dalam pembangunan daerah maupun nasional.

“Perempuan sekarang tidak lagi hanya berada di ruang domestik. Mereka sudah mengambil peran besar di ruang publik dan ikut menentukan arah pembangunan,” ujarnya.

Cece Dessy menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi strategis, baik sebagai individu, ibu dalam keluarga, maupun sebagai bagian dari aparatur dan masyarakat. Ia menilai kualitas perempuan akan sangat menentukan kualitas bangsa secara keseluruhan.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa tantangan budaya patriarki masih ada dan kerap membuat perempuan kurang mendapatkan ruang yang setara. Namun, ia melihat adanya kemajuan signifikan, salah satunya melalui regulasi yang menjamin keterwakilan perempuan di dunia politik.

“Ketentuan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam politik menunjukkan bahwa negara mulai memberi ruang dan pengakuan atas peran perempuan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Cece Dessy juga mengajak perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Ia menekankan pentingnya pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan sebagai modal utama perempuan dalam menjalankan peran, baik di keluarga, masyarakat, maupun dalam pengembangan usaha seperti UMKM.

Ia pun berbagi pengalaman pribadinya saat melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di tengah peran sebagai ibu rumah tangga dan kondisi kehamilan. Menurutnya, keputusan tersebut dilandasi keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih berdaya, terutama dalam mendidik anak-anak.

“Saya tidak pernah membayangkan akan berada di posisi sekarang. Yang saya pikirkan saat itu hanya bagaimana menjadi ibu yang mampu mendidik anak dengan baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Cece Dessy menyoroti pentingnya pemahaman perempuan terhadap hak dan perlindungan hukum, terutama di tengah meningkatnya keterlibatan perempuan di ruang publik. Ia mendorong perempuan untuk berani memahami dan memperjuangkan hak-haknya sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Menutup pemaparannya, Cece Dessy mengajak perempuan untuk tetap menghargai diri sendiri dan menjalani kehidupan dengan penuh harapan. Ia menegaskan bahwa setiap perempuan berhak hidup bahagia, bermartabat, dan memiliki masa depan yang lebih baik, tanpa terikat oleh masa lalu.

Pos terkait