Bangka,LibangNews.Com- Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk semakin memahami perkembangan teknologi dan transformasi digital melalui kegiatan edukasi serta sosialisasi kompetisi PIDI DIGAYA X Hackathon 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Balai Besar Peradaban Gedung Rektorat Kampus Terpadu Balunijuk, Kabupaten Bangka, Kamis (5/3/2026), dan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi serta lintas angkatan.
Selain memperkenalkan kompetisi inovasi digital, Bank Indonesia juga memberikan edukasi mengenai sistem pembayaran non tunai serta perlindungan konsumen di era digital.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Dr. Devi Valeriana, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah menghadirkan kegiatan edukatif tersebut di lingkungan kampus.
Menurutnya, sosialisasi ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman terkait perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.
“Sosialisasi ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan teknologi dan transformasi digital yang saat ini berkembang sangat pesat,” ujar Devi.
Ia berharap melalui kegiatan ini mahasiswa dapat meningkatkan wawasan, kreativitas, serta inovasi dalam menghadapi tantangan era digital, baik dalam bidang akademik maupun dalam kontribusinya kepada masyarakat.
Selain itu, literasi sistem pembayaran non tunai juga dinilai penting bagi sivitas akademika UBB agar semakin terbiasa melakukan transaksi digital yang efektif, efisien, dan aman.
Sementara itu, Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel, Farid Tamsil, menjelaskan bahwa transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi oleh semua pihak.
Karena itu, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, seperti lembaga jasa keuangan, asosiasi pedagang, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, asosiasi perbankan, hingga kementerian dan lembaga terkait.
Sinergi tersebut diwujudkan melalui pembentukan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang diinisiasi pada 23 Februari 2026.
Farid menjelaskan, PIDI memiliki dua program utama, yakni Diqdaya (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya) yang berfokus pada pelatihan serta sertifikasi talenta inovator digital, dan Hackathon yang merupakan kompetisi intelektual untuk menggali potensi inovator muda dalam menciptakan berbagai inovasi digital.
“Melalui kompetisi ini, peserta diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif dalam menjawab berbagai tantangan dan permasalahan prioritas melalui pemanfaatan teknologi digital yang selaras dengan kebutuhan kementerian, lembaga, maupun industri,” jelas Farid.
Ia menambahkan, kompetisi PIDI Diqdaya X Hackathon 2026 menawarkan total hadiah sebesar Rp1,4 miliar, serta berbagai manfaat lainnya seperti sertifikasi, pengembangan inovasi, hingga peluang mengikuti job fair.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dengan narasumber dari Bank Indonesia.
Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa Universitas Bangka Belitung semakin aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi akademik serta mampu melahirkan gagasan inovatif yang berkontribusi bagi pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.







