Ketua APSI Babel Hj Eti: Satpam Jadi Garda Terdepan Jaga Keamanan dan Mitra Strategis Polri

Babel,LibangNews.Com-  Ketua DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Hj. Eti Fahriaty, S.Pd.I., M.Pd, menegaskan bahwa keberadaan Satuan Pengamanan (Satpam) memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus menjadi mitra strategis Kepolisian Republik Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Eti Fahriaty usai menghadiri Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Satpam ke-45 yang dilaksanakan pada 8 Januari 2025. Ia menjelaskan, meskipun HUT Satpam diperingati setiap 30 Desember, perayaan nasional tahun ini digelar serentak pada 8 Januari sesuai ketentuan dari pusat.

Menurut Eti, Polri sangat terbantu dengan peran Satpam yang hadir di berbagai lini kehidupan masyarakat. Mulai dari perkantoran, kawasan perumahan, hingga fasilitas umum.

“Polisi tentu tidak bisa mengawasi seluruh tempat secara langsung. Kehadiran Satpam menjadi ujung tombak pengamanan di lingkungan masing-masing dan memberi rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menuturkan, profesi Satpam saat ini telah mengalami perkembangan signifikan dan memiliki standar kompetensi yang jelas. Di Bangka Belitung, setiap calon Satpam diwajibkan mengikuti pendidikan dan pelatihan resmi sebelum terjun ke lapangan.

“Minimal harus lulus Gada Pratama. Selanjutnya, dengan pengalaman kerja, bisa naik ke Gada Madya hingga Gada Utama. Kalau sudah Gada Utama, itu sudah level profesional tertinggi,” jelasnya.

Sebagai organisasi profesi, APSI memiliki peran penting dalam pembinaan dan perlindungan Satpam. Meski keanggotaannya mencakup Satpam yang telah bekerja, Eti menegaskan APSI tetap terbuka membantu masyarakat yang ingin menekuni profesi tersebut.

“Kami tidak menutup pintu. Jika ada masyarakat yang ingin menjadi Satpam dan membutuhkan arahan atau informasi pekerjaan, APSI siap membantu,” katanya.

Eti juga mengapresiasi kinerja Satpam di Bangka Belitung yang dinilai semakin humanis dan profesional, khususnya di sektor perbankan dan layanan publik.

“Satpam sekarang bukan hanya menjaga, tapi juga melayani. Kita lihat di bank, mereka membantu dari awal hingga selesai. Ini menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan,” tuturnya.

Namun demikian, ia mengakui masih ada tantangan yang dihadapi Satpam, salah satunya adalah kurangnya penghargaan dari sebagian masyarakat.

“Masih ada yang memandang Satpam sebelah mata, terutama di lingkungan perumahan. Padahal Satpam adalah profesi terhormat, sama seperti profesi lainnya,” tegas Eti.

Untuk menjawab tantangan tersebut, APSI terus berupaya meningkatkan martabat profesi Satpam, termasuk memberikan pendampingan dan perlindungan hukum bagi anggota yang menghadapi permasalahan di lapangan.

“Jika ada Satpam yang membutuhkan bantuan hukum, APSI akan mendampingi, bahkan sampai ke pengacara, tanpa membebani mereka dengan biaya,” pungkasnya.

Pos terkait