Peran Orang Tua Jadi Penentu Masa Depan Anak, Rektor UBB Tekankan Pentingnya Pendampingan Sejak Dini

Bangka Selatan,LibangNews.Com- Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Prof. Dr. Ibrahim, menegaskan bahwa keberhasilan masa depan anak sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan. Penegasan tersebut disampaikan saat ia menjadi narasumber dalam kegiatan parenting di SMAN 1 dan SMAN 3 Toboali, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan parenting ini bertujuan memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi siswa, khususnya dalam menghadapi transisi menuju pendidikan tinggi. Hadir mendampingi Rektor UBB, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB Prof. Dr. Devi Valeriani.

Acara tersebut juga dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Saipul Bakhri, Koordinator Pengawas SMA Cabang Dinas Wilayah III Aspandi, Kepala SMAN 3 Toboali Elya Rosda, Waka Kurikulum SMAN 1 Toboali Irwan Hari Suprapto, Kepala SMKN 1 Toboali Aryanto, jajaran pendidik, ratusan siswa, serta orang tua peserta didik.

Dalam pemaparannya, Prof. Ibrahim menekankan bahwa sekolah berperan sebagai pendukung pendidikan formal, sementara keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter, motivasi, dan arah masa depan anak. Ia mengingatkan agar orang tua tidak hanya menuntut, tetapi juga hadir sebagai pendamping dan pemberi dukungan moral.

“Orang tua adalah pengarah utama. Anak-anak membutuhkan dorongan, komunikasi, dan kepercayaan agar potensi mereka bisa berkembang secara optimal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kepekaan orang tua dalam mengenali minat dan bakat anak. Menurutnya, pemaksaan pilihan jurusan atau jalur pendidikan tanpa dialog justru berpotensi menghambat perkembangan anak.

Selain itu, Rektor UBB mengajak para orang tua untuk mulai merencanakan investasi pendidikan jangka panjang melalui pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa pilihan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, di dalam maupun luar daerah, bukanlah persoalan utama, melainkan kesiapan dan perencanaan sejak dini.

“Yang paling penting adalah kesiapan mental, akademik, dan perencanaan yang matang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” katanya, sambil memperkenalkan gambaran dunia perkuliahan dan berbagai peluang studi kepada para siswa.

Pihak SMAN 1 dan SMAN 3 Toboali menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi orang tua dan siswa dalam menentukan arah pendidikan setelah lulus sekolah menengah.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Para orang tua aktif mengajukan pertanyaan seputar strategi memilih jurusan sesuai minat dan bakat, kesiapan finansial dan mental melanjutkan studi, hingga pola pendampingan belajar yang efektif di rumah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda Bangka Selatan yang berkarakter, percaya diri, dan mampu bersaing di tingkat global.(*)

Pos terkait