Bangka,LibangNews.Com- Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan riset internasional melalui penyelenggaraan seminar hasil penelitian peneliti Fulbright Program asal Amerika Serikat, Kamis (13/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Balai Besar Peradaban, Kampus Terpadu Balunijuk, serta diikuti secara daring.
Peneliti Fulbright, David R. Holdridge, mempresentasikan hasil riset berjudul The Effects of Various Palm Oil Waste-Derived Treatments on Tin-Mined Soils and Citronella Grass. Penelitian tersebut mengkaji pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai bahan perlakuan tanah bekas tambang timah guna mendukung pertumbuhan tanaman serai wangi, dan dilaksanakan bersama dosen UBB, Eddy Nurtjahya.
Dalam paparannya, David menjelaskan bahwa penelitian dilakukan selama sembilan bulan melalui observasi lapangan, pengujian berbagai media tanah, serta diskusi dengan pemangku kepentingan lokal. Ia menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam praktik reklamasi lahan terganggu.
“Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi dasar eksplorasi lanjutan dan mendorong penerapan praktik reklamasi yang lebih berkelanjutan,” ujarnya. David juga menilai lingkungan akademik UBB sangat mendukung kolaborasi riset lintas negara dan pertukaran perspektif global.
Seminar tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta perwakilan lembaga internasional. Hadir pula Direktur Eksekutif AMINEF, Sandra Hamid, yang mengajak mahasiswa untuk aktif memanfaatkan peluang beasiswa dan riset melalui program Fulbright.
Sekretaris LPPM UBB, Eva Prasetyono, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 perguruan tinggi dituntut semakin proaktif membangun jejaring internasional guna meningkatkan kinerja dosen dan peneliti, sekaligus mendukung capaian indikator kinerja utama.
Sementara itu, Wakil Rektor I UBB, Devi Valeriani, mengapresiasi kontribusi peneliti Fulbright dalam mendorong internasionalisasi riset kampus. Menurutnya, seminar hasil menjadi ruang strategis untuk dialog ilmiah dan pengembangan kolaborasi berkelanjutan.
Kegiatan ini juga disiarkan langsung melalui Zoom dan kanal YouTube UBB TV, dilengkapi sesi diskusi interaktif, masukan dari dosen pembahas, serta pemaparan rencana tindak lanjut pengembangan hasil penelitian.(*)








