Pangkalpinang,LibangNews.Com- Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pariwisata untuk pertama kalinya menggelar Festival Kampung Bintang dalam rangka menyambut perayaan Cheng Beng tahun 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Irma Mutiahsari, mengatakan festival ini bertujuan untuk mengangkat budaya Tionghoa sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah, yang selama ini hidup berdampingan dengan budaya Melayu.
“Festival ini menjadi momentum untuk memadukan dua budaya besar di Pangkalpinang, sekaligus menyambut meningkatnya kunjungan wisatawan saat Cheng Beng,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Menurut Irma, Cheng Beng merupakan tradisi penghormatan kepada leluhur, di mana masyarakat Tionghoa melakukan ziarah kubur bersama keluarga. Momentum ini dinilai tepat untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat religius, tetapi juga menghibur masyarakat dan wisatawan.
Festival Kampung Bintang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 April 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan depan Rumah Makan Asui, Kampung Bintang, Pangkalpinang.
Selama pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan berbagai kegiatan menarik dari pagi hingga malam hari. Di antaranya bazar kuliner dengan sekitar 62 tenda yang melibatkan lebih dari 70 pelaku UMKM, dengan konsep kuliner Chinese halal.
Selain itu, berbagai pertunjukan seni turut meramaikan acara, seperti penampilan duta wisata, pelajar dari tingkat SD hingga SMA, kuda lumping, barongsai, tai chi, hingga hiburan musik dari band lokal dan Gita Ben.
Pada Sabtu malam, festival juga akan diisi dengan kegiatan ramah tamah serta lomba line dance. Sementara kegiatan pendukung lainnya meliputi Cheng Beng Cup di Girimaya (golf) dan lomba gaple yang dijadwalkan pada 6 April 2026.
Karena lokasi kegiatan berada di badan jalan, panitia bersama pemerintah kota memberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas.
Akses jalan dari arah Rumah Makan Asui ke atas akan ditutup untuk umum, kecuali bagi warga setempat. Sementara jalan utama Kampung Bintang tetap dibuka, namun arus kendaraan dari arah Jalan Yang Zubaidah akan dialihkan atau ditutup sebagian guna mengantisipasi kemacetan.
Pengunjung disarankan menggunakan jalur alternatif seperti jalan pasar kaget atau jalan mleset untuk keluar-masuk kawasan festival.
Pemerintah Kota Pangkalpinang, termasuk Penjabat (Pj) Wali Kota, telah melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat sekitar agar mendukung pelaksanaan kegiatan ini.
“Diharapkan melalui kolaborasi semua pihak, festival ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi pariwisata serta perekonomian masyarakat,” tutup Irma.







