Kesbangpol Pangkalpinang Kirim Empat Pasang Capaska ke Seleksi Provinsi

Pangkalpinang,LibangNews.Com- Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengirimkan empat pasang calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Pangkalpinang, Donald Tampubolon mengatakan, hasil penetapan peserta Paskibraka tingkat kota hingga kini masih menunggu selesainya proses seleksi di tingkat provinsi dan nasional.

“Untuk kota, kita diminta mengirim empat pasang ke provinsi. Pengumuman penetapan tingkat kota memang belum dilakukan, tetapi nilai peserta sudah diumumkan,” kata Donald, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, nantinya Kota Pangkalpinang akan mengambil sebanyak 36 anggota Paskibraka yang terdiri dari 20 putra dan 16 putri.

Menurut Donald, apabila seluruh peserta yang dikirim ke tingkat provinsi berhasil lolos, maka peserta cadangan di tingkat kota akan otomatis naik menggantikan posisi yang kosong.

“Kalau empat pasang ini terpilih semua di provinsi, maka yang cadangan di peringkat berikutnya akan naik mengisi kekosongan di tingkat kota,” ujarnya.

Donald menambahkan, mekanisme serupa juga berlaku di tingkat provinsi. Dari seluruh peserta provinsi nantinya akan dipilih tiga pasang untuk mengikuti seleksi nasional, sebelum akhirnya ditetapkan satu pasang wakil dari setiap provinsi untuk bertugas di tingkat nasional.

“Kalau ada yang lolos nasional, mereka tetap tercatat sebagai Paskibraka kota. Tapi tentu kita berharap yang cadangan juga punya kesempatan untuk naik,” katanya.

Ia menyebutkan, para peserta mulai menjalani seleksi tingkat provinsi sejak Senin hingga Jumat mendatang. Selama proses seleksi, peserta juga menjalani karantina dan pengawasan ketat.

Donald berpesan agar seluruh peserta tetap menjaga semangat juang, mental, serta etika selama mengikuti tahapan seleksi.

“Kami pesankan kepada adik-adik supaya jangan minder dan jangan takut gagal. Faktor utama lolos atau tidaknya itu motivasi dari diri sendiri,” ucapnya.

Selain kemampuan fisik, lanjut Donald, aspek mental dan perilaku sehari-hari juga menjadi perhatian tim penilai selama peserta berada di asrama.

“Yang dinilai bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan kehidupan sehari-hari mereka selama dikarantina. Karena itu kami terus memberikan pembekalan agar mereka bisa menghadapi seleksi dengan baik,” pungkasnya.

Pos terkait