Abang Hertza: 600 Pasien Ditargetkan Jalani Operasi Katarak Gratis, Terbanyak Sepanjang Sejarah

Pangkalpinang,LibangNews.Com– Sebanyak 600 pasien ditargetkan menjalani operasi katarak gratis yang digelar PDI Perjuangan melalui Yayasan Rudi Center bekerja sama dengan berbagai pihak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Ketua DPRD Kota Pangkalpinang sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Pangkalpinang, Abang Hertza, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil pendataan selama kurang lebih lima bulan sejak pendaftaran dibuka.

Hal itu disampaikannya saat memberikan laporan pelaksanaan kegiatan operasi katarak gratis, Senin (26/10/2026).

Abang Hertza menjelaskan, jumlah pasien yang telah mendaftar mencapai lebih dari 1.000 orang. Namun, tidak seluruhnya dapat menjalani operasi karena terkendala kondisi kesehatan masing-masing pasien.

“Kurang lebih pasien yang terdaftar itu sekitar di atas 1.000. Namun, karena terkendala kondisi kesehatan, pasien yang bisa insyaallah dioperasi kurang lebih sekitar 600 pasien,” ungkap Abang Hertza.

Menurutnya, apabila target tersebut tercapai, kegiatan operasi katarak gratis pada 2026 ini akan menjadi pelaksanaan kesembilan PDI Perjuangan dengan jumlah pasien terbanyak sepanjang sejarah program tersebut digelar.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, terutama founder Rudi Center, Rudianto Tjen, yang menginisiasi program tersebut.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim medis Rumah Sakit Mata Cicendo yang datang dengan kekuatan sekitar 27 orang, RSUD, Pemerintah Kota Pangkalpinang, serta jajaran pengurus PDI Perjuangan dan panitia pelaksana.

Abang Hertza turut mengapresiasi dukungan DPD dan DPC PDI Perjuangan se-Babel, termasuk pengurus dari Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Bangka Selatan yang ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

Ia menjelaskan, kedatangan pasien dari sejumlah kabupaten telah diatur oleh panitia agar pelaksanaan operasi berjalan tertib dan tidak menumpuk pada waktu yang bersamaan.

“Kalau dua kabupaten itu masuk hari ini bersamaan, pagi ini pasti padat. Jadi, kami mengharapkan manajemen kita sudah lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Lebih lanjut, Abang Hertza menuturkan bahwa persiapan kegiatan dilakukan secara intensif selama lima hari terakhir. Ia bersama jajaran panitia turut mengawal berbagai kebutuhan agar pelaksanaan operasi dapat berjalan lancar.

Menurutnya, pengalaman panitia dalam menyelenggarakan kegiatan serupa menjadi modal penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan penanganan katarak tetapi terkendala biaya.

Melalui program operasi katarak gratis ini, PDI Perjuangan berharap semakin banyak masyarakat yang terbantu untuk mendapatkan kembali penglihatan dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat melalui pelayanan medis yang dapat diakses secara gratis oleh warga yang memenuhi persyaratan medis.

Pos terkait