Pangkalpinang,LibangNews.Com- Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang kembali menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut mendapat antusias tinggi dari masyarakat sejak pagi hari.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri mengatakan, kegiatan Keritosurong kali ini merupakan pelaksanaan yang kedelapan.
“Ini Keritosurong melalui Gerakan Pangan Murah. Ini untuk yang kedelapan kalinya. Jadi tiga kali kita sudah laksanakan mandiri, kemudian tiga kali melalui Bank Indonesia, dan dua kali melalui APBD. Yang hari ini melalui APBD Kota,” ujarnya.
Yiyi menyebutkan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 12 distributor dan pelaku usaha yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.
“Yang ikut sekitar 12 ya. Ada Bulog, kemudian ada Faiz Telur, ada juga Dayat, KWT, Hypermart, dan beberapa UKM lainnya,” katanya.
Selain menyediakan kebutuhan pokok murah, dalam kegiatan tersebut juga terdapat layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir.
Berbagai komoditas pangan dijual dengan harga terjangkau, di antaranya bawang putih Rp28 ribu per kilogram, bawang merah Bima Rp26 ribu per kilogram, bawang merah Brebes Rp44 ribu per kilogram, cabai kecil Rp45 ribu per kilogram, cabai besar Rp48 ribu per kilogram, serta telur ayam Rp28 ribu per kilogram.
Menurut Yiyi, komoditas yang paling banyak diminati masyarakat pada pelaksanaan GPM kali ini adalah beras, minyak goreng, dan telur.
“Alhamdulillah ya, dari pagi tadi cukup ramai. Yang paling banyak diminati adalah beras, kemudian minyak, dan telur,” ungkapnya.
Untuk beras, pihak penyelenggara membanderol harga Rp59 ribu per kemasan 5 kilogram. Setiap warga dibatasi maksimal membeli lima kemasan atau total 25 kilogram.
“Beras kita banderol Rp59.000. Kemudian satu orang sekarang bisa beli lima pack. Jadi kalau satu pack-nya lima kilo, berarti satu orang bisa beli 25 kilo,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di sejumlah lokasi lainnya melalui kerja sama dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) dan dukungan dari Badan Pangan Nasional melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi.







