Pangkalpinang,LibangNews.Com- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, sejumlah harga kebutuhan pangan di Kota Pangkalpinang mulai mengalami kenaikan. Pemerintah Kota Pangkalpinang pun melakukan langkah antisipasi melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri mengatakan beberapa komoditas yang mulai mengalami kenaikan harga di antaranya bawang merah, bawang putih, telur, gula hingga beras premium.
“Seperti bawang merah, kemudian ada juga telur, gula juga mulai naik. Beras premium juga mulai naik. Oleh sebab itu, kita antisipasinya melalui Gerakan Pangan Murah ini,” ujar Yiyi, Kamis (7/5/2026).
Meski terjadi peningkatan harga, Yiyi memastikan stok pangan di Kota Pangkalpinang masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha.
“Stok kita cukup ya. Cukup, cuma memang permintaan relatif meningkat karena menjelang Idul Adha,” katanya.
Menurutnya, komoditas yang paling mengalami peningkatan permintaan dan harga ialah bawang merah, bawang putih, telur, dan gula yang umumnya banyak dibutuhkan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
“Bawang ya, bawang merah, bawang putih, telur, gula, yang memang banyak diperlukan menjelang hari Lebaran. Tapi tetap stok kita masih cukup,” jelasnya.
Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat memperoleh sejumlah bahan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Salah satunya telur ayam yang dijual seharga Rp28 ribu per kilogram, sementara harga di pasar berada di kisaran Rp31 ribu hingga Rp32 ribu per kilogram.
“Ini telur saja banyak, cukup banyak dibawanya. Di sini harga telur Rp28.000 per kilogram, kalau di pasar sekitar Rp31.000 sampai Rp32.000,” ungkap Yiyi.
Pemerintah berharap lonjakan harga pangan menjelang Idul Adha masih dapat dikendalikan meskipun secara ekonomi kenaikan permintaan pada momen hari besar biasanya turut mempengaruhi harga pasar.
“Kita berharap tidak terjadi kenaikan yang signifikan ya, tapi memang seperti hukum ekonomi yang berlaku, pada saat hari-hari tertentu memang akan terjadi kenaikan, tapi kita coba untuk mengantisipasinya,” tutupnya.







