Pangkalpinang,LibangNews.Com – BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang melaporkan capaian pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan 2026, cakupan kepesertaan JKN telah mencapai sekitar 99 persen dari total penduduk Bangka Belitung.
Penyampaian capaian tersebut disampaikan dalam agenda rutin tahunan sebagai bentuk transparansi pelaksanaan Program JKN kepada masyarakat melalui media, Kamis (2/7/2026).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita, mengatakan publikasi capaian program JKN menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif seluruh peserta dalam menjaga keberlangsungan program.
“Setiap tahun kami menyampaikan perkembangan pelaksanaan Program JKN kepada publik sebagai bentuk transparansi. Kami berharap informasi ini dapat dipublikasikan secara luas sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya Program JKN dan bersama-sama mendukung keberlanjutannya,” ujar Aswalmi.
Ia menjelaskan, dari sisi kepesertaan, Program JKN terus mengalami peningkatan. Namun, bertambahnya jumlah peserta juga berdampak pada meningkatnya pembiayaan pelayanan kesehatan yang harus ditanggung BPJS Kesehatan.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi di Bangka Belitung masih sama seperti yang terjadi secara nasional, yakni pertumbuhan belanja pelayanan kesehatan lebih tinggi dibandingkan peningkatan penerimaan iuran.
“Semakin banyak peserta, tentu kebutuhan pembiayaan pelayanan kesehatan juga meningkat. Tantangan yang kami hadapi adalah kenaikan belanja pelayanan kesehatan belum sebanding dengan peningkatan penerimaan iuran. Kondisi ini juga terjadi secara nasional sehingga perlu dukungan seluruh pihak agar Program JKN tetap sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Aswalmi mengungkapkan, saat ini jumlah masyarakat Bangka Belitung yang telah terdaftar sebagai peserta JKN mencapai sekitar 1,5 juta jiwa atau sekitar 99 persen dari total penduduk. Sementara peserta yang berstatus aktif tercatat sekitar 83 persen atau sekitar 1,3 juta jiwa.
Untuk menjaga keberlangsungan Program JKN, BPJS Kesehatan terus memperkuat tiga pilar utama, yakni konsep gotong royong (risk pooling), kepatuhan pembayaran iuran, serta pembelian pelayanan kesehatan secara strategis (strategic purchasing).
“Konsep gotong royong menjadi kekuatan utama Program JKN. Peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit melalui mekanisme subsidi silang. Karena itu kami berharap seluruh masyarakat menjadi peserta aktif dan bagi yang memiliki kewajiban membayar iuran agar disiplin membayar tepat waktu sebelum tanggal 10 setiap bulan,” katanya.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis peserta. Pelayanan akan dimaksimalkan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), sedangkan pasien yang membutuhkan layanan spesialistik akan dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Aswalmi juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait kemampuan masyarakat dalam membayar iuran serta minimnya informasi ketika status kepesertaan dinonaktifkan, khususnya bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun pekerja yang sudah tidak lagi terdaftar di perusahaan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, BPJS Kesehatan terus melakukan berbagai langkah, mulai dari tele-collecting atau pengingat pembayaran iuran kepada peserta yang menunggak, edukasi kepada peserta yang statusnya tidak aktif agar segera mengaktifkan kembali kepesertaannya, hingga mendorong peningkatan mutu pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan.
“Kami terus melakukan pendekatan kepada peserta yang menunggak maupun yang status kepesertaannya tidak aktif agar kembali menjadi peserta aktif. Di sisi lain, kami juga terus mendorong seluruh fasilitas kesehatan mitra untuk meningkatkan mutu pelayanan sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” tutup Aswalmi.










