Pangkalpinang,LibangNews.Com – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus meningkatkan langkah pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika dengan mengedepankan pendekatan edukasi serta pemberdayaan masyarakat hingga tingkat kelurahan.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menegaskan bahwa upaya memerangi narkoba tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun kesadaran sejak usia dini melalui dunia pendidikan.
Salah satu program yang akan diperkuat adalah Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN), yang dirancang untuk diterapkan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Pangkalpinang.
Menurut Saparudin, program tersebut bertujuan menanamkan pemahaman tentang bahaya narkotika kepada para pelajar sejak dini agar mereka memiliki ketahanan terhadap pengaruh negatif lingkungan.
Selain sektor pendidikan, Pemkot juga mengoptimalkan Program Kelurahan Bersih Narkoba (BERSINAR). Program ini diharapkan menjadi ujung tombak dalam membangun partisipasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya pencegahan narkoba sekaligus sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya pada aspek penguatan sumber daya manusia dan perlindungan generasi muda,” ujar Saparudin.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut didukung regulasi yang telah dimiliki Pemerintah Kota Pangkalpinang. Peraturan Wali Kota terkait pencegahan narkoba telah menjadi landasan dalam menjalankan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Saparudin mengingatkan bahwa peredaran narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda jika tidak dicegah secara bersama-sama.
Karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkotika.
“Pencegahan narkoba bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Mari kita jaga keluarga, anak-anak, dan lingkungan sekitar dari ancaman narkoba,” katanya.
Dengan penguatan kurikulum antinarkoba di sekolah dan pengembangan Kelurahan BERSINAR, Pemkot Pangkalpinang optimistis dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta menekan angka penyalahgunaan narkotika di daerah tersebut.










