Rektor Unmuh Babel: Lektor Bukan Sekadar Naik Jabatan, Tapi Harus Berdampak

Pangkalpinang,LibangNews.Com — Menjadi dosen dengan jabatan akademik lektor tidak cukup hanya ditandai dengan kenaikan jenjang karier. Bagi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), capaian tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi, kualitas karya, serta manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.

Hal itu ditegaskan Rektor Unmuh Babel, Dr. Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., saat memberikan pembinaan kepada dosen yang tengah mempersiapkan pengajuan Jabatan Akademik Dosen (JAD) ke jenjang lektor.

Pembinaan berlangsung di ruang rapat Gedung Rektorat Unmuh Babel, Rabu (30/9/2026), didampingi Wakil Rektor II, Gatot Afrianto, S.Sos.I.

Fadillah menekankan, jabatan lektor harus dipandang sebagai amanah akademik. Karena itu, dosen yang mencapai jenjang tersebut diharapkan terus mengembangkan kepakaran sekaligus menghasilkan karya yang berkualitas dan relevan.

“Jadikan jabatan sebagai amanah, kompetensi harus berkembang, karya harus bermutu dan relevan, dan memberikan kontribusi bagi mahasiswa, persyarikatan, dan masyarakat,” tegas Fadillah.

Menurutnya, makna lektor sendiri memiliki filosofi yang erat dengan aktivitas membaca dan menyampaikan ilmu. Istilah tersebut berasal dari bahasa Latin lector yang berarti pembaca, sementara legere bermakna membaca, menghimpun, dan memilih.

Dalam konteks akademik, seorang lektor tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga harus memiliki kemampuan membaca persoalan, memahami pengetahuan, mengolahnya, kemudian menyampaikannya sehingga dapat memberikan manfaat.

Fadillah pun mengingatkan para dosen agar tidak menyamakan aktivitas mengajar dengan mendidik.

Ia menjelaskan, mengajar pada dasarnya merupakan proses mentransfer ilmu, sedangkan mendidik lebih jauh menyangkut proses menanamkan nilai.

Karena itu, dosen diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang kelas. Lebih dari itu, keberadaan dosen harus mampu meninggalkan pengaruh positif terhadap karakter dan perkembangan mahasiswa.

“Ilmu yang terbaik bukan hanya yang ditulis, tetapi yang diamalkan dan memberi manfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesekretariatan, Sumber Daya Insani, dan Hukum Unmuh Babel, Dinar Purwati, S.Pd., M.M., mengatakan pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya institusi memperkuat kesiapan dosen dalam proses pengajuan JAD.

Menurut Dinar, penguatan tersebut tidak hanya diarahkan agar proses administrasi pengajuan lektor berjalan lancar, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas akademik dosen.

“Pembinaan ini kami dari bagian SDM berharap dapat memberikan penguatan kepada dosen sehingga proses pengajuan JAD ke Lektor dapat berjalan dengan baik dan lancar, sekaligus mendorong dosen untuk terus meningkatkan kompetensi, kepakaran, dan kontribusinya bagi mahasiswa, persyarikatan, dan masyarakat,” kata Dinar.

Dalam pembinaan tersebut, Fadillah juga memberikan pemaknaan terhadap kata LEKTOR melalui enam nilai yang harus melekat pada seorang dosen, yakni Literasi, Eksplorasi, Keilmuan, Transformasi, Orientasi Kemanfaatan, dan Responsibilitas.

Enam nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi dosen Unmuh Babel dalam mengembangkan karier akademik sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pos terkait