Pangkalpinang,LibangNews.Com- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pangkalpinang menggelar kegiatan Gathering Badan Usaha Prioritas 2026 dengan mengusung tema “Sinergi Badan Usaha untuk JKN”, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi kesehatan, yakni dr. Shreen Tanzia dari Primaya Hospital, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita. Acara ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan badan usaha dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa Program JKN merupakan wujud nyata semangat gotong royong bangsa Indonesia dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Sejak diluncurkan pada 2014, program ini telah mengintegrasikan berbagai layanan jaminan kesehatan seperti BPJS, Askes, dan Jamsostek dalam satu sistem nasional.
Program JKN memberikan berbagai manfaat signifikan bagi masyarakat. Kini, masyarakat memiliki akses layanan kesehatan yang lebih luas tanpa terkendala biaya. Fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit swasta seperti Siloam dan Primaya, dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya pekerja formal. Selain itu, konsep gotong royong dalam JKN memungkinkan peserta yang sehat membantu pembiayaan peserta lain yang sedang sakit atau membutuhkan layanan medis.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran badan usaha dalam menjaga keberlangsungan program JKN.
“Sinergi antara BPJS Kesehatan dan badan usaha sangat penting. Kepatuhan dalam mendaftarkan pekerja serta membayar iuran tepat waktu menjadi kunci utama agar program JKN tetap berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan JKN tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif seluruh pihak.
“Program ini adalah bentuk gotong royong kita bersama. Ketika semua pihak berkomitmen, maka manfaatnya akan dirasakan luas oleh masyarakat, termasuk di Bangka Belitung,” tambahnya.
Dari sisi capaian, tingkat kepesertaan JKN di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan progres yang sangat tinggi. Dari total sekitar 1,5 juta penduduk, sebanyak 99,47 persen telah terdaftar sebagai peserta JKN. Sementara itu, tingkat kepesertaan aktif mencapai 82,47 persen atau sekitar 1,3 juta jiwa.
Kontribusi dari sektor badan usaha juga cukup signifikan, dengan jumlah peserta dari pekerja swasta mencapai sekitar 154 ribu jiwa atau 10 persen dari total penduduk. Di sisi lain, dukungan pemerintah tetap menjadi penopang utama, dengan hampir 60 persen iuran peserta berasal dari bantuan pemerintah pusat maupun daerah.
Namun demikian, BPJS Kesehatan mencatat adanya tantangan dalam aspek pembiayaan layanan kesehatan. Sepanjang tahun 2025, total belanja layanan kesehatan di wilayah kerja Kantor Cabang Pangkalpinang mencapai Rp775 miliar, sementara penerimaan iuran sebesar Rp698 miliar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa biaya layanan kesehatan lebih besar dibandingkan dengan iuran yang diterima. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan menekankan pentingnya kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan pekerja serta membayar iuran secara tepat waktu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, badan usaha, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan Program JKN, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang.







