Pangkalpinang,LibangNews.Com- Pemerintah Kota Pangkalpinang mengajak Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat dakwah, pendidikan, sekaligus benteng dalam menjaga generasi muda dari pengaruh ajaran menyimpang di tengah perkembangan teknologi digital.
Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Pangkalpinang, Agustu Efendi saat mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin pada acara Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pangkalpinang yang digelar di Ruang OR Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Minggu (24/5/2026).
Dalam sambutannya, Agustu menyampaikan salam dari Wali Kota yang berhalangan hadir secara langsung pada kegiatan tersebut. Ia berharap pelaksanaan Musda berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang membawa semangat persatuan serta kemajuan dakwah di Kota Pangkalpinang.
“Beliau menyampaikan salam kepada seluruh peserta Musda. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi momentum untuk memperkuat islah, mempererat kebersamaan, serta membawa kebaikan bagi dakwah di Kota Pangkalpinang,” ujar Agustu.
Sebelum menyampaikan sambutan utama, Agustu juga mengajak seluruh peserta untuk mengirimkan doa dan membaca Surah Al-Fatihah bagi almarhum H. Usman Johan bin Johan Yakub, Wali Kota Pangkalpinang periode 1988–1993.
Menurutnya, Musda DMI harus menjadi ruang konsolidasi organisasi yang berorientasi pada kemajuan umat melalui semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pangkalpinang membuka ruang kolaborasi yang luas dengan DMI sebagai mitra strategis dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Pesan Pak Wali, mari kita bersinergi. Kolaborasi itu tidak hanya kerja bersama, tetapi juga dibangun melalui koordinasi, komunikasi, dan sinergi yang kuat. DMI diharapkan menjadi motor penggerak untuk kembali memakmurkan masjid di Kota Pangkalpinang,” katanya.
Agustu juga menyoroti tantangan dakwah di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan peluang sekaligus ancaman bagi generasi muda, terutama melalui akses informasi yang tidak terkontrol.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil diskusi bersama aparat terkait, ditemukan adanya indikasi sejumlah anak muda di Bangka Belitung yang sempat terpapar paham dan ajaran menyimpang melalui media digital.
“Ini menjadi perhatian bersama. Anak-anak kita belajar dari gadget dan teknologi yang tidak mengenal batas. Karena itu, peran keluarga, sekolah, dan masjid sangat penting untuk melakukan pendampingan,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Agustu menyebut pemerintah pusat telah mendorong kebijakan penggunaan teknologi secara bijak bagi anak. Pemerintah Kota Pangkalpinang juga telah menindaklanjuti melalui surat edaran kepada satuan pendidikan agar mengatur penggunaan gawai secara lebih sehat dan terukur.
Ia mengajak para orang tua dan tenaga pendidik untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan perangkat digital di lingkungan rumah maupun sekolah.
“Penggunaan gadget harus bijak dan ada batasannya. Anak-anak perlu diarahkan agar memanfaatkan teknologi untuk hal positif, sehingga tidak mudah terpapar konten ataupun ajaran yang dapat merusak masa depan mereka,” tutupnya.(mla)







