Pangkalpinang,LibangNews.Com – Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai mengambil langkah tegas terhadap warga yang masih membuang sampah sembarangan. Penegakan sanksi kini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengubah kebiasaan masyarakat sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, saat mengikuti kegiatan gotong royong Jumat Asri di Jalan Baru Kampak, Jumat (9/10/2026).
Menurut Saparudin, kegiatan bersih-bersih di kawasan tersebut sudah beberapa kali dilakukan. Namun, persoalan sampah tidak akan selesai jika masyarakat masih memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan setelah lingkungan dibersihkan.
“Kita ingin membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebersihan lingkungan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat agar upaya menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan gotong royong, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan sehari-hari.
Untuk memperkuat gerakan tersebut, Pemkot Pangkalpinang akan terus melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), lurah, ketua RT, dan ketua RW. Mereka diharapkan menjadi penggerak di wilayah masing-masing dalam mengajak warga menjaga kebersihan dan rutin melaksanakan gotong royong.
Di sisi lain, penerapan sanksi bagi warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan diharapkan dapat memberikan efek jera. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk tidak mengotorinya.
Terkait usulan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di Jalan Baru Kampak, Saparudin menyebutkan bahwa fasilitas tersebut belum menjadi rencana untuk kawasan itu.
Pemerintah saat ini masih memprioritaskan pembersihan lingkungan melalui gerakan Jumat Asri. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat sehingga kebersihan kawasan dapat terjaga secara konsisten.
Pemkot Pangkalpinang ingin memastikan gerakan menjaga kebersihan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin setiap Jumat, melainkan tumbuh menjadi kesadaran bersama dalam kehidupan sehari-hari.










