Babel,LibangNews.Com – Akses layanan kesehatan yang berkualitas tak selalu harus berbayar. Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama 23 dokter spesialis menghadirkan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis gratis bagi masyarakat di Markas PMI Babel, Jalan Mentok, Pangkalpinang, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan sosial tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn). Tidak sekadar melakukan pemeriksaan, para dokter juga memberikan edukasi agar masyarakat lebih memahami kondisi tubuh dan pentingnya mendeteksi penyakit sejak dini.
Ketua PDS PatKLIn Cabang Babel, dr. Enny Marziah, M.Ked (Clin Path), Sp.PK, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, mengatakan pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian tenaga medis terhadap masyarakat.
Menurutnya, deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang lebih jauh. Melalui pemeriksaan dan konsultasi langsung, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya serta memperoleh arahan penanganan yang sesuai.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelayanan dan pengobatan kepada masyarakat, sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya deteksi dini. Kami ingin masyarakat lebih memahami kondisi kesehatannya, sehingga dapat melakukan pencegahan dan mendapatkan penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Enny.
Ia menambahkan, keterlibatan dokter spesialis dari berbagai bidang menjadi wujud kolaborasi profesi medis dalam memperluas akses pelayanan kesehatan. Enny juga mengapresiasi PMI Babel yang telah mendukung dan memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua PMI Babel Abdul Fatah melalui Ketua Bidang Pelayanan Darah PMI Babel, dr. Lingnawati, Sp.PK, menegaskan bahwa peran PMI tidak terbatas pada kegiatan donor darah dan pelayanan transfusi darah.
Menurut Lingnawati, PMI juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam pelayanan sosial kesehatan, termasuk membantu masyarakat mendapatkan pemeriksaan serta pemahaman medis yang lebih menyeluruh.
“Pelayanan ini bukan hanya sekadar pemeriksaan kesehatan. Kami ingin masyarakat juga mendapatkan penjelasan mengenai kondisi kesehatannya, termasuk obat-obatan dan pengobatan yang tepat. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 23 dokter spesialis dilibatkan, terdiri atas 15 dokter spesialis patologi klinik dan delapan dokter spesialis penyakit dalam. Pelayanan juga didukung lima analis teknologi laboratorium medik (ATLM).
Kolaborasi dua bidang spesialisasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh pemeriksaan laboratorium sekaligus konsultasi lanjutan terkait kondisi kesehatan yang dialami. Dengan demikian, hasil pemeriksaan dapat menjadi bagian dari penilaian medis yang lebih komprehensif.
Lingnawati menyebut kegiatan ini menjadi langkah awal bagi PMI Babel untuk mengembangkan pelayanan sosial kesehatan yang lebih berkualitas. Ke depan, PMI Babel berencana memperluas kolaborasi dengan menghadirkan lebih banyak dokter spesialis serta menggandeng berbagai unit pelayanan kesehatan.
Ia berharap pelayanan kesehatan masyarakat semakin mengedepankan upaya pencegahan, bukan hanya pengobatan ketika penyakit sudah muncul.
“Kami berharap ke depannya pelayanan ini lebih mengarah pada pencegahan. Jangan sampai kita menunggu sakit terlebih dahulu, tetapi bagaimana kita bisa mendeteksi dan mencegah penyakit sejak awal,” ujarnya.
Selama kurang lebih tiga jam pelaksanaan, warga terlihat antusias mengikuti rangkaian pelayanan. Masyarakat terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan darah, sebelum memperoleh kesempatan berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam.
Warga yang berkonsultasi juga mendapatkan obat secara gratis sesuai pelayanan yang diberikan. Selain itu, PDS PatKLIn turut membagikan bingkisan kepada masyarakat yang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, PMI Babel bersama PDS PatKLIn berharap kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan rutin semakin meningkat. Sebab, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan saat tubuh mulai sakit, tetapi juga melalui pemeriksaan berkala dan langkah pencegahan sejak dini.






