Bukan Sekadar Pelatihan, Disnaker Pangkalpinang Kawal Peserta hingga Berwirausaha

Pangkalpinang,LibangNews.Com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang tidak ingin pelatihan keterampilan berhenti sebatas kegiatan di dalam kelas. Para peserta akan terus didampingi dan dipantau perkembangannya selama dua hingga tiga bulan setelah pelatihan selesai, guna membantu mereka memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengatakan program pelatihan kali ini mencakup tiga kejuruan, yakni coffee roasting atau sangrai kopi, makeup artist (MUA), dan digital marketing.

Ketiga kejuruan tersebut dipilih berdasarkan peminatan masyarakat serta mempertimbangkan kebutuhan dan kesiapan Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam menyelenggarakan pelatihan.

Menurut Amrah, pihaknya sebelumnya melakukan survei terhadap berbagai jenis pelatihan yang diminati masyarakat. Dari 14 kategori kejuruan yang banyak diminati, akhirnya dipilih tiga bidang tersebut dengan mempertimbangkan hasil survei dan jumlah pendaftar yang datang langsung ke kantor Disnaker.

“Antusiasme peserta sangat luar biasa dan bagus. Setelah pelatihan selesai, para peserta akan mengikuti uji kompetensi. Perkembangan mereka juga akan terus kami pantau selama dua hingga tiga bulan ke depan,” ujar Amrah Sakti, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, pemantauan tersebut bertujuan mengetahui perkembangan kemampuan peserta sekaligus mengidentifikasi kebutuhan bimbingan lanjutan sebelum mereka terjun ke dunia kerja atau memulai usaha.

Untuk memastikan pendampingan berjalan berkelanjutan, Disnaker telah menyiapkan pembimbing atau person in charge (PIC) bagi masing-masing peserta. Komunikasi juga telah difasilitasi melalui grup WhatsApp yang dibentuk untuk memudahkan koordinasi.

Melalui pendamping tersebut, peserta akan memperoleh informasi mengenai peluang lowongan kerja maupun program bantuan usaha yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha pemula. Pendampingan ini diharapkan membantu peserta mengembangkan keterampilan menjadi peluang ekonomi yang nyata.

Amrah menilai, masing-masing kejuruan memiliki prospek tersendiri. Keterampilan digital marketing, misalnya, dibutuhkan untuk membantu pelaku usaha memasarkan produk dan jasa melalui berbagai platform digital.

Sementara itu, keahlian coffee roasting dinilai relevan dengan perkembangan industri makanan dan minuman, khususnya pertumbuhan kedai kopi yang membutuhkan produk kopi berkualitas.

Adapun kejuruan MUA membuka peluang bagi peserta untuk membangun usaha jasa rias secara mandiri. Kebutuhan jasa tersebut hadir dalam berbagai momen, mulai dari pernikahan, wisuda, hingga acara-acara khusus lainnya.

Dengan keterampilan yang dimiliki, peserta diharapkan tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan, tetapi juga mampu melihat peluang usaha sesuai bidang yang dikuasai.

“Harapannya, setelah pelatihan mereka bisa memanfaatkan keterampilan yang didapatkan, baik untuk masuk ke dunia kerja maupun berwirausaha. Kami juga akan terus memantau dan memberikan informasi yang dibutuhkan melalui masing-masing pendamping,” jelasnya.

Melalui skema pelatihan, uji kompetensi, dan pendampingan lanjutan, Disnaker Pangkalpinang berupaya memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru di Kota Pangkalpinang.

Pos terkait