Babel,LibangNews.Com – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui aksi penanaman mangrove yang digelar di Desa Baskara Bakti, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 sekaligus Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.
Mengusung tema “Terinspirasi oleh Alam, untuk Iklim, untuk Masa Depan Kita”, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pemerintah, kader PKK, masyarakat, hingga dunia usaha sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga ekosistem pesisir Bangka Belitung.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang hadir dan membuka kegiatan secara resmi menegaskan pentingnya menjaga kawasan mangrove sebagai benteng alami wilayah pesisir sekaligus penopang kehidupan masyarakat.
Menurutnya, Bangka Belitung memiliki potensi besar berupa garis pantai sepanjang lebih dari 1.200 kilometer dan kawasan mangrove yang mencapai sekitar 66 ribu hektare. Keberadaan mangrove tersebut memiliki peran strategis dalam melindungi pantai dari abrasi, menjaga habitat biota laut, hingga menyerap emisi karbon.
“Pelestarian mangrove bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga menjaga masa depan masyarakat pesisir dan keberlanjutan ekonomi daerah,” kata Hidayat Arsani.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya gotong royong dan meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menilai kegiatan penanaman mangrove menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap alam.
Ia menegaskan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran lingkungan dari lingkup keluarga. Edukasi mengenai pengelolaan sampah dan kebiasaan hidup bersih, menurutnya, harus ditanamkan sejak dini.
“Mari bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mulai membiasakan pemilahan sampah organik maupun nonorganik. Langkah sederhana ini sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan kita,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Pemerintah Desa Baskara Bakti. Kepala Desa Baskara Bakti, Bahtiar Efendi, menyambut baik program penanaman mangrove yang dinilai sejalan dengan upaya desa dalam mengurangi dampak abrasi pantai.
Ia memastikan pemerintah desa bersama masyarakat siap menjaga dan merawat bibit mangrove yang telah ditanam agar tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.
Antusiasme serupa terlihat dari warga yang ikut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Muhamad Sani, salah seorang warga, mengaku senang dengan adanya program penghijauan di wilayah pesisir desanya.
Menurutnya, keberadaan hutan mangrove tidak hanya berfungsi melindungi pantai, tetapi juga menjadi habitat berbagai biota laut yang menopang kehidupan nelayan dan masyarakat setempat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya sangat besar bagi lingkungan maupun ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan penanaman mangrove ini turut dihadiri Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kepala perangkat daerah, perwakilan instansi vertikal, BUMN, organisasi masyarakat, serta kader PKK dari berbagai wilayah di Bangka Belitung.(*)










