Pangkalpinang,LibangNews.Com- Ketua Umum KONI Kota Pangkalpinang, Fauzi Trisana, menyampaikan kesiapan pihaknya dalam menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Fauzi mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memulai pemusatan latihan daerah (Pelatda) pada awal Mei 2026. Saat ini, pihaknya telah mengumpulkan data atlet dari seluruh cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan.
“Insyaallah kita akan memulai Pelatda berjalan pada 1 Mei mendatang. Data atlet dari seluruh cabor sudah kami kumpulkan, total ada 26 cabor. Namun tidak semuanya akan diikutsertakan, karena kami masih memantau perkembangan kepengurusan yang aktif dalam satu hingga dua bulan ke depan,” ujar Fauzi, Sabtu (25/4/2026).

Dalam hal pendanaan, Fauzi mengakui bahwa anggaran yang tersedia saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal. Untuk tahun 2026, anggaran yang disahkan melalui APBD sebesar Rp1 miliar dinilai belum mencukupi untuk menunjang pembinaan dan kesiapan atlet.
“Kami harus bersinergi dengan pemerintah daerah karena sumber pembiayaan berasal dari APBD. Dengan anggaran Rp1 miliar ini tentu sangat terbatas. Kami berencana mengusulkan penambahan melalui ABT dengan kebutuhan mencapai lebih dari Rp2 miliar,” jelasnya.
Ia juga membandingkan dengan Porprov sebelumnya, di mana pada tahun 2023 anggaran yang tersedia mencapai sekitar Rp5 miliar. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis dapat mengirim atlet dan meraih hasil maksimal di tengah keterbatasan.
Terkait target, KONI Pangkalpinang membidik posisi puncak klasemen atau setidaknya runner-up pada Porprov 2026. Pada tahun sebelumnya, Pangkalpinang berada di peringkat keempat.
“Target kami jelas, ingin menjadi juara umum atau minimal peringkat kedua. Kami akan memaksimalkan seluruh potensi atlet yang ada,” tegas Fauzi.
Sejumlah cabang olahraga diproyeksikan menjadi andalan dalam meraih medali, khususnya cabang bela diri. Selain itu, beberapa cabor baru juga diharapkan dapat menjadi lumbung prestasi.
“Bela diri masih menjadi andalan kami. Selain itu, cabor baru seperti gulat, wushu, dan barongsai juga kami harapkan bisa menyumbang banyak medali,” tambahnya.

Fauzi menegaskan, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah minimnya pendanaan. Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Wali Kota, Dispora, dan DPRD, guna memastikan dukungan anggaran bagi pembinaan atlet.
“Kami akan terus berkoordinasi dan berupaya agar kebutuhan anggaran bisa terpenuhi. Harapannya, atlet tetap bisa bertanding secara maksimal dan membawa prestasi terbaik untuk Kota Pangkalpinang,” pungkasnya.







