Pangkalpinang,LibangNews.Com- Wali Kota Pangkalpinang Saparudin menggelar buka puasa bersama dengan para awak media di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang, Senin (16/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan insan pers.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Ketua TP PKK Pangkalpinang Susanti Saparudin, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Dalam sambutannya, Saparudin menyampaikan apresiasi kepada para wartawan yang selama ini berperan aktif dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat. Ia menilai media memiliki kontribusi penting dalam mendukung jalannya pembangunan daerah.
“Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang sudah hadir. Saya memang ingin bertemu langsung dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan media yang memiliki peran besar dalam perjalanan pembangunan Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Menurutnya, profesi wartawan memiliki kemampuan yang tidak dimiliki semua orang, terutama dalam hal menulis. Ia menilai menulis merupakan keterampilan yang membutuhkan pemikiran mendalam dan tidak mudah dilakukan oleh setiap orang.
“Banyak orang bisa berbicara dengan baik, tetapi menulis itu tidak sederhana. Sebagai akademisi saya memahami betul, bahkan mahasiswa sering kesulitan ketika diminta membuat tulisan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kritik dari media merupakan hal yang wajar dalam dinamika pemerintahan. Menurutnya, kritik justru menjadi bagian penting dari fungsi kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan.
“Kalau ada tulisan yang mengkritik wali kota, bagi saya itu tidak masalah. Itu bagian dari dinamika dan fungsi kontrol dari teman-teman wartawan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saparudin juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini kerja sama antara pemerintah kota dan media belum berjalan maksimal. Ia menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dihadapi pemerintah daerah.
Ia menyebutkan bahwa sejak dirinya bersama wakil wali kota memimpin sekitar empat bulan terakhir, pemerintah daerah harus menyesuaikan berbagai program dengan kondisi keuangan daerah yang terdampak efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Kondisi efisiensi ini cukup terasa. Saat ini Dana Alokasi Umum yang kita terima sebagian besar digunakan untuk gaji ASN, sementara kebutuhan lain seperti pembayaran PPPK, pegawai paruh waktu hingga TPP harus kita cari solusinya,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pertumbuhan jumlah media di Pangkalpinang yang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya hanya sekitar 70 media, kini jumlahnya mencapai lebih dari 170 media.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga akurasi informasi yang disampaikan kepada publik, mengingat setiap informasi yang beredar saat ini dapat tersimpan secara permanen di ruang digital.
“Informasi yang tidak benar bisa tercatat di sistem digital seperti Google. Oleh karena itu kita semua harus menjaga agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.







