Pangkalpinang,LibangNews.Com – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong penguatan sektor koperasi melalui transformasi digital dan percepatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing koperasi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, saat menghadiri Rapat Koordinasi Koperasi yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 bertema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Kamis (16/7/2026).
Menurut Dessy, koperasi memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Karena itu, peringatan Hari Koperasi harus menjadi momentum untuk memperkuat peran koperasi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai nilai-nilai koperasi yang diperjuangkan oleh Bung Hatta masih sangat relevan hingga saat ini. Keberhasilan koperasi, katanya, tidak hanya dilihat dari besarnya keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan seluruh anggotanya.
“Koperasi yang baik adalah koperasi yang mampu membuat anggotanya semakin sejahtera,” ujar Dessy.
Dalam kesempatan itu, Dessy juga menyoroti perkembangan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah pusat. Di Kota Pangkalpinang sendiri telah terbentuk 42 koperasi, namun baru dua koperasi yang telah diresmikan dan mulai berjalan.
Pemerintah Kota, lanjutnya, berkomitmen mempercepat operasional seluruh koperasi tersebut dengan menggandeng para pengurus melalui forum koordinasi untuk mengidentifikasi berbagai hambatan di lapangan.

“Kami ingin seluruh Koperasi Merah Putih segera beroperasi sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Dessy juga menegaskan koperasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, koperasi modern tidak lagi identik dengan sistem yang lambat, melainkan harus memanfaatkan layanan digital seperti pembayaran QRIS, teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga analisis data untuk memperluas jaringan usaha.
Ia berharap transformasi tersebut mampu menarik minat generasi muda, pelaku UMKM, nelayan, petani milenial, hingga pelaku startup agar menjadikan koperasi sebagai wadah pengembangan usaha.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pangkalpinang, Yasin, mengatakan arah pengembangan Koperasi Merah Putih di Pangkalpinang disesuaikan dengan karakter kota yang didominasi sektor perdagangan dan jasa.
Menurutnya, koperasi akan difokuskan sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat, termasuk penyediaan sembako, LPG, dan berbagai layanan ekonomi lainnya.
“Karena Pangkalpinang bukan wilayah pertanian maupun perkebunan, maka konsep koperasi yang dikembangkan harus menyesuaikan potensi daerah,” jelasnya.

Di sisi lain, perwakilan Kodim, Ronal Manik, menyampaikan TNI turut memberikan pendampingan dalam pembentukan Koperasi Merah Putih, terutama terkait proses asistensi dan pengawasan, termasuk membantu penyediaan lahan.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala berupa keterbatasan lahan yang representatif di beberapa wilayah. Oleh sebab itu, pihaknya berharap lokasi koperasi nantinya benar-benar berada dekat dengan masyarakat sehingga mudah diakses dan dapat berkembang sesuai kebutuhan warga.
Ronal menambahkan, ke depan seluruh layanan Koperasi Merah Putih ditargetkan terintegrasi dengan sistem pembayaran digital, termasuk QRIS dan berbagai layanan keuangan digital lainnya, guna memberikan kemudahan bertransaksi bagi masyarakat.










