Pangkalpinang,LibangNews.Com — Pemuda Muhammadiyah Kota Pangkalpinang bersama Pengurus Masjid Al-Khoirot menghadirkan wadah kajian Islam terbuka bertajuk “Ruang Iman”. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap Jumat dengan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang.
“Ruang Iman” dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman agama, memperkuat keimanan sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah di Masjid Al-Khoirot, kemudian dilanjutkan dengan kajian yang mengangkat tema berbeda pada setiap pertemuan.
Pada pelaksanaan perdana, kajian menghadirkan Ustaz Herri Anggara dengan tema “Mengapa Seorang Manusia Diuji?”.
Tema tersebut mengajak para peserta melihat berbagai persoalan dan ujian kehidupan dari perspektif keimanan. Peserta juga diajak memahami pentingnya kesabaran, keteguhan hati dan sikap berserah diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ketua Masjid Al-Khoirot, H. Jumli Hamid, menyambut baik kolaborasi dengan Pemuda Muhammadiyah Kota Pangkalpinang tersebut.
Menurutnya, keberadaan masjid seharusnya tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berperan sebagai pusat pembinaan dan pendidikan umat.
Melalui kegiatan seperti “Ruang Iman”, masjid dapat menjadi tempat masyarakat mendapatkan pengetahuan keislaman sekaligus membangun interaksi dan kebersamaan antarsesama.
Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Pangkalpinang, Jazzkyanda, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah yang terbuka bagi berbagai kalangan.
Ia menyebut “Ruang Iman” tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan ceramah, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi dan melihat persoalan kehidupan dari perspektif Islam.
“Keberagaman narasumber menjadi salah satu konsep yang diusung dalam kegiatan ini. Kajian nantinya tidak hanya menghadirkan ulama, tetapi juga praktisi maupun akademisi,” ujarnya, Jumat (11/9/2026).
Jazzkyanda menilai keberagaman latar belakang narasumber akan memberikan warna tersendiri dalam setiap kajian. Dengan demikian, pembahasan keislaman diharapkan tidak berhenti pada aspek teori, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan aktual yang dihadapi masyarakat.
Selain memperkuat pemahaman keagamaan, “Ruang Iman” juga diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk semakin dekat dengan masjid.
Konsep kajian yang terbuka bagi seluruh umat menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang dakwah yang inklusif, mencerdaskan dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Pemuda Muhammadiyah Kota Pangkalpinang dan Pengurus Masjid Al-Khoirot berharap “Ruang Iman” dapat berlangsung secara konsisten setiap Jumat dan berkembang menjadi salah satu wadah pembelajaran, dialog serta silaturahmi masyarakat di Kota Pangkalpinang.










