Pangkalpinang,LibangNews.Com – Sebanyak 261 peluang kerja ditawarkan dalam Pangkalpinang Job Fair 2026 yang melibatkan 18 perusahaan dari berbagai sektor usaha. Melalui kegiatan ini, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang berupaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung sekaligus memperkuat hubungan dengan dunia industri.
Kepala Disnaker Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengatakan, perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut membuka kebutuhan tenaga kerja untuk 46 jabatan.

Menurutnya, pemilihan perusahaan peserta dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kualitas dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan oleh dunia usaha.
“Lebih dari 20 perusahaan sebelumnya mendaftar, tetapi hanya 18 perusahaan yang kami ikut sertakan di Job Fair 2026. Kami lebih mengedepankan kualitas SDM dibandingkan kuantitas,” ujar Amrah.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Job Fair tahun ini menjadi bagian dari upaya Disnaker memperbaiki pola pelayanan kepada masyarakat, khususnya pencari kerja. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun komunikasi dan pendekatan secara langsung dengan perusahaan.
Dengan pola tersebut, perusahaan dapat menyampaikan kebutuhan tenaga kerja secara terbuka, sementara pencari kerja memiliki kesempatan untuk memperoleh informasi mengenai posisi yang tersedia dan proses rekrutmen.
“Tujuan kita agar dunia industri juga terbantu sehingga tercipta keterbukaan dan kerja sama yang baik antara perusahaan dan Disnaker. Di Job Fair 2026 ini, rekrutmen maupun informasi kebutuhan tenaga kerja dapat dikomunikasikan secara langsung,” katanya.
Amrah mengungkapkan, berdasarkan data Disnaker, terdapat lebih dari 900 perusahaan yang tercatat wajib lapor di Kota Pangkalpinang. Sektor perdagangan dan jasa menjadi salah satu sektor dominan, disusul industri pengolahan, termasuk pengolahan timah.

Sektor-sektor tersebut masih memiliki peran penting dalam dinamika ketenagakerjaan di Pangkalpinang, termasuk dalam menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat.
Namun, upaya Disnaker tidak berhenti pada penyediaan lowongan kerja di dalam kota. Pemerintah juga berupaya meningkatkan keterampilan pencari kerja agar memiliki peluang lebih luas untuk memasuki pasar kerja di luar daerah.
Amrah menegaskan, pelatihan dan sertifikasi kompetensi menjadi salah satu bekal penting bagi pencari kerja untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan perusahaan.

“Kita juga berupaya agar pencari kerja tidak hanya ditempatkan di dalam kota. Mereka bisa dilatih agar memiliki sertifikasi kompetensi sebagai modal untuk memperoleh pekerjaan di luar daerah,” tutupnya.
Melalui Job Fair 2026 dan penguatan program pelatihan, Disnaker Pangkalpinang berharap kesesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri semakin meningkat, sehingga peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan dapat terbuka lebih luas.











