Pangkalpinang,LibangNews.Com– Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, mendorong penguatan gerakan pencegahan stunting sejak masa kehamilan melalui optimalisasi peran 121 pos pelayanan terpadu (posyandu) yang tersebar di Kota Pangkalpinang.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu hamil dan keluarga, mengenai pentingnya menjaga kesehatan kehamilan, memenuhi kebutuhan gizi, serta memastikan tumbuh kembang janin berjalan optimal hingga bayi lahir dan tumbuh sehat.
Prof Saparudin mengatakan, gerakan pencegahan stunting harus terus digencarkan melalui kegiatan rutin di posyandu dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
“Gerakan ini nanti digencarkan terus di posyandu. Kita ada 121 posyandu yang rutin melaksanakan kegiatan ini. Maka, kegiatan ini dilanjutkan oleh DP3AKB yang punya jaringan 121 posyandu. Mereka harus digerakkan supaya gerakan ini lebih masif ke masyarakat,” ujar Prof Saparudin, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, keberadaan posyandu menjadi salah satu ujung tombak pemerintah dalam memperluas edukasi kesehatan ibu dan anak. Melalui kegiatan yang rutin dan menjangkau masyarakat secara langsung, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat dilakukan sejak dini.
Selain peran tenaga kesehatan dan kader posyandu, Prof Saparudin juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga, terutama suami, dalam menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan.
Dukungan suami diperlukan agar ibu hamil memperoleh perhatian, pendampingan, serta dukungan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan gizi selama mengandung.
Sebelumnya, dalam kegiatan bersama ibu-ibu hamil dan komunitas senam pernapasan, pesan mengenai pentingnya menjaga kehamilan juga disampaikan. Ibu hamil diingatkan untuk memperhatikan kondisi kesehatan, asupan gizi, dan kebutuhan vitamin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Perhatian tersebut penting karena kondisi kesehatan ibu selama kehamilan turut berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Setelah bayi lahir, pemantauan tumbuh kembang tetap diperlukan agar risiko gangguan pertumbuhan dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
Melalui penguatan kegiatan di 121 posyandu, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak semakin menjangkau masyarakat. Dengan demikian, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan lingkungan sekitar.











