Pangkalpinang,LibangNews.Com – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat melalui gelaran Pangkalpinang Job Fair 2026. Sebanyak 18 perusahaan dari berbagai sektor usaha ambil bagian dalam kegiatan ini, disertai penyediaan 11 paket pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, secara resmi membuka kegiatan tersebut di Gedung Serba Guna ISB Atma Luhur, Pangkalpinang, Rabu (14/10/2026).
Prof. Saparudin mengatakan, Job Fair menjadi wadah yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi lowongan sekaligus mengetahui kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh dunia usaha.
“Job fair 2026 ini memberikan kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi, SMK atau SMA, khususnya para pencari kerja secara umum, untuk dapat langsung berinteraksi dengan perusahaan,” kata Saparudin.
Ia menjelaskan, perusahaan yang berpartisipasi bergerak di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, pendidikan, perdagangan, jasa, ritel hingga industri.
Salah satu kebutuhan tenaga kerja yang tersedia berasal dari perusahaan pelayaran yang membutuhkan operator alat berat atau crane. Posisi tersebut menunjukkan bahwa keterampilan teknis masih menjadi salah satu kebutuhan penting di dunia industri.
Menurut Saparudin, pelaksanaan Job Fair juga memberikan keuntungan bagi perusahaan karena dapat memetakan kebutuhan tenaga kerja secara lebih spesifik sekaligus menemukan calon pekerja yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
“Melalui Job Fair 2026 ini, perusahaan juga melakukan pemetaan langsung mengenai kebutuhan spesifik perusahaannya. Seperti operator crane yang sangat dibutuhkan perusahaan sektor industri,” ujarnya.
Selain membuka kesempatan bagi pencari kerja secara umum, Job Fair 2026 juga memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengakses peluang kerja.
Peluang lainnya tersedia melalui program rekrutmen tenaga kerja ke Jepang. Peserta yang dinyatakan lolos akan menjalani pelatihan bahasa Jepang dan pelatihan teknis sesuai kompetensi selama enam bulan.
Selama masa pelatihan, peserta akan ditempatkan di asrama untuk mendukung proses pembelajaran dan persiapan sebelum memasuki dunia kerja.
Pemkot Pangkalpinang juga berkoordinasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) guna memastikan pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini.
Saparudin menyebutkan, terdapat 11 paket pelatihan yang disiapkan pada tahun ini. Program tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dunia usaha agar pencari kerja memiliki keterampilan yang lebih relevan dengan lapangan pekerjaan yang tersedia.
“Kita juga berkoordinasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menyediakan pelatihan yang sesuai kebutuhan saat ini. Dan tahun ini ada 11 paket pelatihan untuk para pencari kerja yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Job Fair dan program pelatihan tersebut, Pemkot Pangkalpinang berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap informasi lowongan, peningkatan keterampilan, serta kesempatan memasuki dunia kerja.
Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga pelatihan diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja sehingga peluang penyerapan tenaga kerja di Kota Pangkalpinang semakin terbuka.











