DLH Pangkalpinang Gaspol Gotong Royong, 28 Titik Sudah Dibersihkan

Pangkalpinang,LibangNews.Com – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus menggenjot penataan lingkungan perkotaan melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN). Lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kegiatan ini dijadwalkan rutin setiap Selasa dan Jumat untuk menjaga kebersihan sekaligus mempercantik wajah kota.

Kepala DLH Kota Pangkalpinang, Fahrizal, mengatakan kegiatan gotong royong tersebut dibagi dalam dua skema. Pada Selasa, ASN melaksanakan kerja bakti di lingkungan kantor masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Sementara pada Jumat, seluruh peserta dikerahkan ke lokasi yang membutuhkan penanganan secara bersama-sama.

“Untuk hari Selasa, masing-masing OPD membersihkan area kantornya. Sementara pada hari Jumat kita turun bersama ke titik yang sudah ditentukan. Pekan ini kegiatannya dipusatkan di kawasan Pasar Pagi,” kata Fahrizal, Rabu (20/9/2026).

Menurut Fahrizal, kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan sampah, melainkan juga menjadi upaya menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan. Keterlibatan langsung ASN di lapangan diharapkan dapat mendorong kepedulian terhadap kondisi ruang publik di Kota Pangkalpinang.

Program yang telah berjalan sekitar tujuh bulan itu kini menyasar berbagai kawasan. Dengan pelaksanaan empat kali dalam sebulan, sedikitnya 28 titik telah mendapatkan penanganan melalui kegiatan gotong royong.

Lokasi yang menjadi sasaran meliputi kawasan dengan tumpukan sampah liar, fasilitas umum yang perlu ditata, hingga ruang terbuka hijau yang membutuhkan perawatan. Sejumlah titik yang telah disentuh program ini di antaranya Menara Air, Pasar Pagi, Tampui, Inang Pubok, dan Alang-alang Anggun Pura.

Penanganan yang dilakukan juga tidak terbatas pada pengangkutan sampah. Petugas turut memangkas rumput, merapikan taman, serta merawat pepohonan agar kawasan perkotaan terlihat lebih bersih, asri, dan nyaman bagi masyarakat.

Fahrizal menjelaskan, perubahan kondisi cuaca turut memengaruhi pemeliharaan tanaman di sejumlah lokasi. Pada musim kemarau, rumput tumbuh lebih cepat dibandingkan tanaman yang baru ditanam sehingga membutuhkan perhatian secara berkala.

Sementara itu, penyulaman atau penggantian pohon yang tidak tumbuh optimal akan dilakukan ketika musim penghujan tiba. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung keberhasilan penghijauan di berbagai kawasan kota.

Di luar kegiatan rutin tersebut, DLH Pangkalpinang juga menyiapkan rencana pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati). Kawasan ini dirancang menjadi ruang terbuka hijau sekaligus area konservasi yang menampilkan beragam tanaman buah dan flora endemik khas Bangka Belitung.

“Taman Kehati nantinya akan menjadi miniatur keanekaragaman hayati daerah. Ini juga merupakan bagian dari upaya memenuhi arahan pemerintah pusat agar setiap daerah memiliki kawasan Kehati dengan luas minimal tiga hektare,” ungkap Fahrizal.

Pengembangan ruang terbuka hijau tersebut akan berjalan beriringan dengan rencana pembenahan taman kota, khususnya dari sisi pencahayaan. DLH memprioritaskan pemasangan lampu di sejumlah titik yang masih minim penerangan demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Setelah kebutuhan penerangan dasar terpenuhi, penambahan lampu dekoratif akan dilakukan untuk memperkuat estetika taman dan ruang publik.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, DLH membuka peluang kerja sama dengan kalangan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Melalui kolaborasi itu, penataan taman dan peningkatan kualitas ruang publik diharapkan dapat dilakukan secara bertahap, sekaligus mendukung terwujudnya Pangkalpinang yang lebih bersih, hijau, dan tertata.

Pos terkait