Jakarta,LibangNews.Com — Sebanyak 13 produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tampil dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Keikutsertaan pelaku UMKM Babel tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memperluas akses pasar sekaligus mendorong produk unggulan daerah agar semakin dikenal dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, mengatakan keikutsertaan UMKM Babel dalam KKI 2026 merupakan salah satu bentuk dukungan untuk memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku usaha daerah.
“UMKM memiliki peran penting terhadap PDRB dan penyerapan tenaga kerja. Karena itu, kita terus mendorong penguatan UMKM, termasuk melalui perluasan akses pasar, digitalisasi dan pembiayaan,” ujar Rommy.
KKI 2026 mengusung semangat “Beudaya MeusareSare” atau berdaya bersama-sama dengan tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing.”
Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui sinergi dengan 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis. Lebih dari 550 UMKM mengikuti pameran secara luring, sementara sekitar 1.300 UMKM berpartisipasi secara daring.
Dalam ajang tersebut, UMKM Babel menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari wastra dan ready-to-wear, makanan dan minuman, hingga produk kriya dan home decor.
Produk wastra dan fesyen yang ditampilkan antara lain Seamilir by Sepiak Belitung, Bepulin Belitong, Batik Kampung Katak, Galeri Destiani, Ishadi Kain Cual, serta Tanahwari.
Sementara sektor makanan dan minuman diwakili Billiton Spice, Sago Mee, Madu RR1669 & Arisi, Keripik Cumi Nina, Terasi AB (Abun Bumbu), serta Getas Super Cap Tani.
Adapun produk kriya turut hadir melalui kerajinan lidi nipah dari Deshanda Craft.
Selain UMKM, Desa Wisata Tanjung Binga, Kabupaten Belitung, juga ambil bagian dengan menampilkan kreasi berbahan kerang. Pengunjung bahkan dapat mengikuti workshop merangkal gelang kerang yang disediakan selama kegiatan berlangsung.
Rommy menjelaskan, produk-produk UMKM Babel ditempatkan di sejumlah zona pameran, seperti Island Laras Nusantara untuk produk ready-to-wear, Island Wastra Nusantara untuk kain premium khas daerah, Youth Island bagi produk yang menyasar generasi muda, serta Island Rumah Nusantara untuk produk home decor.
Menurut Rommy, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
BI, lanjutnya, mendorong penguatan UMKM melalui tiga strategi utama, yakni membangun ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing, memperluas pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan, serta meningkatkan literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif.
“Sinergi ini penting agar UMKM kita semakin kuat, mampu memperluas pasar dan pada akhirnya naik kelas,” kata Rommy.(*)










