Pangkalpinang,LibangNews.Com- Komite Olahraga Nasional Indonesia menggelar acara pembukaan, pengukuhan, dan pelantikan pengurus KONI Kota Pangkalpinang periode 2026–2030 di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Sabtu (25/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Fauzi Trisana resmi dilantik sebagai Ketua Umum KONI Kota Pangkalpinang untuk periode empat tahun ke depan. Dalam sambutannya, Fauzi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Alhamdulillah atas amanah ini. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini bukan tentang saya, tapi tentang kita semua dan masa depan olahraga Kota Pangkalpinang,” ujar Fauzi.

Ia menegaskan, kepemimpinannya akan difokuskan pada pembinaan atlet secara berjenjang dengan mengedepankan prestasi dan sportivitas. Target jangka pendek yang ingin dicapai adalah peningkatan peringkat pada Porprov 2026, serta meraih medali pada ajang PON 2028.
“Fokus kami sederhana, atlet jadi prioritas dengan pembinaan berjenjang. Target kita naik peringkat di Porprov 2026 dan meraih medali di PON 2028. Seperti pesan Susi Susanti, kemenangan tidak datang dengan sendirinya, harus dengan kerja keras, disiplin, dan doa,” tegasnya.
Fauzi juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam memajukan olahraga daerah.
“Kuncinya satu, kerja bersama. KONI, cabor, pemerintah daerah, dan swasta harus satu barisan. Kepada pengurus lama kami ucapkan terima kasih, dan kepada pengurus baru mari langsung bekerja, tidak banyak bicara, tapi bukti nyata,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Provinsi Bangka Belitung, Ricky Kurniawan, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Porprov 2026 menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi anggaran.
Ia menjelaskan, kondisi keuangan daerah saat ini tengah mengalami keterbatasan, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Anggaran Porprov di Pangkalpinang yang tersedia saat ini baru mencapai Rp3 miliar, jauh di bawah pelaksanaan Porprov sebelumnya di Bangka Barat dan Bangka Tengah.
“Namun DPRD dan Gubernur sudah berkomitmen untuk menambah sekitar Rp2 miliar agar pelaksanaan Porprov tetap bisa berjalan,” ujarnya.
Ricky juga menyampaikan adanya perubahan sistem dalam pelaksanaan Porprov, di mana biaya akomodasi, transportasi, dan konsumsi kini ditanggung masing-masing kontingen.
“Tujuannya agar atlet mendapatkan fasilitas yang lebih layak, tidak lagi menginap di sekolah-sekolah seperti sebelumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, Porprov 2026 menjadi ajang penting dalam pembinaan atlet menuju Porwil dan kualifikasi PON 2028 di NTB-NTT. Ia juga mengapresiasi capaian atlet Bangka Belitung yang berhasil meraih tiga medali emas pada PON Aceh-Sumut.
Salah satu kisah inspiratif datang dari atlet peraih emas, Robi Syianturi, yang tetap memilih membela Bangka Belitung meskipun mendapat tawaran besar dari DKI Jakarta.
“Robi sempat ditawari dana pembinaan hingga Rp2 miliar, rumah, mobil, hingga uang saku bulanan. Namun ia tetap bertahan karena merasa diperhatikan oleh daerah. Ini menjadi bukti bahwa loyalitas atlet tidak hanya soal materi,” ungkap Ricky.

Sementara itu, Pelaksana Harian Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Yudi Vernando, yang mewakili Wali Kota, menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan dalam kepengurusan KONI yang baru.
“Pesan Wali Kota jelas, kekompakan dan sinergitas harus dijaga. Dengan kepemimpinan Pak Fauzi, kami berharap olahraga Pangkalpinang bisa kembali bangkit dan menjadi acuan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antara KONI dan pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran yang terjadi saat ini.
“Dengan kondisi keuangan saat ini, semua pihak harus bersinergi. Kami berharap kepengurusan baru bisa solid dan membawa prestasi yang membanggakan bagi Kota Pangkalpinang,” tutupnya.







