Pangkalpinang,LibangNews.Com – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) resmi memulai pemusatan pendidikan dan pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pangkalpinang, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini akan berlangsung hingga menjelang pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Pangkalpinang, Donald Tampubolon, mengatakan para calon Paskibraka akan menjalani pemusatan pelatihan hingga pengukuhan yang dijadwalkan pada 15 Agustus 2026. Selanjutnya mereka akan bertugas pada upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus, sebelum dipulangkan ke sekolah maupun keluarga masing-masing pada 18 Agustus 2026.
“Mulai hari ini para calon Paskibraka menjalani pemusatan pelatihan. Rencananya mereka akan dikukuhkan pada 15 Agustus, kemudian bertugas saat upacara pengibaran dan penurunan bendera pada 17 Agustus, dan dipulangkan pada 18 Agustus,” ujar Donald kepada awak media, Senin (27/7/2026).
Donald menjelaskan, masa tugas Paskibraka tidak berhenti setelah pelaksanaan upacara HUT RI. Status mereka sebagai Paskibraka akan berlangsung sejak pengukuhan hingga 1 Juni 2027.
Sebanyak 36 calon Paskibraka mengikuti pelatihan tahun ini, terdiri dari 20 peserta laki-laki dan 16 peserta perempuan. Dari jumlah tersebut akan dipilih personel yang bertugas sebagai Pasukan 17 dan Pasukan 8, sedangkan peserta lainnya menjadi cadangan. Adapun Pasukan 45 akan diperkuat oleh para Purna Paskibraka tahun sebelumnya.
Donald juga memastikan proses seleksi untuk tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun nasional telah selesai dilaksanakan.
“Untuk seleksi provinsi dan nasional sudah selesai. Ada satu peserta dari Pangkalpinang yang lolos ke tingkat nasional. Sementara kuota provinsi diisi oleh peserta berikutnya karena peserta yang lolos nasional tidak lagi mengikuti seleksi provinsi,” jelasnya.
Menurut Donald, pola pelatihan tahun ini secara umum tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap kondisi cuaca yang diperkirakan cukup ekstrem selama masa latihan.
“Kami meminta para pelatih memperhatikan kondisi cuaca. Kalau cuaca sudah terlalu panas sekitar pukul 10.00 atau 11.00 WIB, latihan di lapangan bisa dihentikan sementara dan dilanjutkan sore hari. Materi pembekalan bisa diberikan di dalam ruangan agar kesehatan anak-anak tetap terjaga,” katanya.
Dalam pelaksanaan pemusatan pelatihan, Kesbangpol melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Duta Paskibraka Pancasila Indonesia, pamong Kesbangpol, hingga tim kesehatan. Selain materi baris-berbaris, para peserta juga akan mendapatkan pembekalan mengenai karakter, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, dan kepemimpinan.
Donald menegaskan, pembentukan karakter menjadi salah satu tujuan utama dalam pelatihan tersebut. Ia berharap para peserta mampu menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan menjaga perilaku selama menjalani masa pelatihan.
“Kami berharap anak-anak memiliki jiwa disiplin yang kuat. Selama latihan mereka memang berada dalam pengawasan kami mulai pukul 05.30 hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Namun setelah itu, peran orang tua sangat penting untuk ikut mengawasi aktivitas mereka agar tetap menjaga kondisi fisik dan tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu persiapan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh peserta juga mendapatkan perhatian dari sisi kesehatan dan pemenuhan gizi. Kesbangpol telah menyiapkan tim kesehatan yang akan memantau kondisi peserta selama pemusatan pelatihan, termasuk pemberian vitamin dan asupan gizi yang memadai.
“Kesehatan peserta menjadi prioritas. Kami sudah menyiapkan tim kesehatan dan memastikan kebutuhan gizi mereka terpenuhi agar seluruh rangkaian pelatihan dapat diikuti dengan baik hingga pelaksanaan tugas pada 17 Agustus nanti,” tutup Donald.










