Babel,LibangNews.Com — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Pangkalpinang, Ucok Oktahaber, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam agenda reses yang digelar di wilayah Pangkalpinang, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan reses tersebut turut melibatkan seluruh anggota DPRD Babel dari Dapil 1 Pangkalpinang. Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kebutuhan sumur bor, persoalan pendidikan, perubahan desil penerima bantuan, hingga sistem zonasi sekolah.
Ucok mengatakan, salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat berasal dari RT di kawasan Bukit Merapin yang mengusulkan pembangunan sumur bor.
“Pertama ada ajuan dari RT Bukit Merapin masalah sumur bor. Kedua masalah sekolah, desil-desil. Ketiga masalah zonasi,” kata Ucok.
Menurutnya, seluruh aspirasi tersebut akan dicatat dan dibawa untuk dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait di tingkat provinsi.
Terkait persoalan desil yang berdampak terhadap penerimaan bantuan maupun beasiswa bagi siswa, Ucok mengaku pihaknya berupaya memberikan penjelasan kepada masyarakat meskipun persoalan pendidikan bukan menjadi bidang utama Komisi I DPRD Babel.
“Saya jelaskan sekali lagi, Komisi I bukan bidang pendidikan, kami bidang pemerintahan. Tapi kami harus tahu sedikit supaya tidak melebar, karena bukan komisi kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, DPRD Babel tetap perlu memahami persoalan yang berkembang di masyarakat agar aspirasi yang disampaikan dapat diteruskan kepada pihak yang berwenang.
Sementara mengenai perubahan desil, Ucok menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan data dan administrasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Masalah desil itu kesalahan administrasi dari pusat atau masyarakat yang dipertanyakan. Mungkin jawabannya beda. Administrasi itu dikembalikan ke pusat,” jelasnya.
Ucok juga menyoroti banyaknya informasi mengenai persoalan desil yang beredar di media sosial. Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap sistem pendataan penerima bantuan.
“Ada yang mungkin tidak paham, ada yang takut. Apalagi sekarang pengaruh TikTok, masyarakat bisa mendapatkan macam-macam informasi,” katanya.
Selain pendidikan, aspirasi mengenai kebutuhan air bersih melalui pembangunan sumur bor juga menjadi perhatian dalam reses tersebut.
Ucok menilai kebutuhan sumur bor cukup penting, khususnya bagi kawasan yang berada di dataran tinggi seperti Bukit Merapin. Terlebih saat ini masyarakat menghadapi musim kemarau.
“Untuk keadaan sekarang ini musim kemarau. Memang dibutuhkan daerah kita ini, terutama daerah-daerah dataran tinggi seperti Bukit Merapin. Itu memang perlu,” ungkapnya.
Namun, ia menyadari kondisi anggaran menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan seluruh usulan masyarakat. Kendati demikian, Ucok memastikan aspirasi tersebut akan terus diperjuangkan, termasuk untuk diupayakan dalam pembahasan anggaran tahun berikutnya.
“Karena kita ada efisiensi anggaran, mungkin insyaallah kita kejar terus 2027,” pungkasnya.










