Polairud Polda Babel Sita 8 Ton Pasir Timah, Dua Orang Diamankan

Babel,LibangNews.Com– Upaya pengiriman pasir timah ilegal ke luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil digagalkan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Babel.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan sekitar 160 kampil pasir timah dengan berat mencapai kurang lebih 8 ton. Selain barang bukti, dua orang turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso mengatakan pengungkapan itu berlangsung di kawasan Pelabuhan Roda Emas, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

“Laporan yang kami terima, Ditpolairud Polda Bangka Belitung berhasil menggagalkan penyelundupan pasir timah sebanyak 160 kampil atau kurang lebih 8 ton,” kata Agus di Mapolda Babel, Jumat (18/9/2026).

Dua orang yang diamankan masing-masing berinisial HL (51), yang berperan sebagai sopir, dan AD (25), selaku kuli angkut. Keduanya kini masih menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Ditpolairud Polda Babel.

Menurut Agus, pasir timah tersebut diduga akan dikirim keluar wilayah Bangka Belitung melalui jalur laut.

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh petugas, ratusan kampil pasir timah itu sebelumnya dibawa dari sebuah gudang menuju kawasan pelabuhan. Barang tersebut kemudian rencananya dimuat ke kapal untuk dikirim ke luar Belitung.

“Dari keterangan awal, pasir timah itu dibawa dari sebuah gudang menuju pelabuhan dan selanjutnya akan diangkut menggunakan kapal untuk dikirim keluar Belitung,” ujarnya.

Setelah diamankan, kedua terduga pelaku bersama barang bukti dibawa ke Mapolres Belitung Timur untuk menjalani pemeriksaan awal.

Selanjutnya, kedua terduga pelaku direncanakan dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Babel untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, sebanyak 160 kampil pasir timah yang diamankan dititipkan di GPT PT Timah di Gantung untuk kepentingan proses hukum.

Polda Babel masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul pasir timah tersebut serta pihak lain yang diduga terlibat dalam rencana pengiriman ilegal tersebut.

Pos terkait