Kapolda Babel dan Kepri Satukan Langkah Putus Jalur Penyelundupan Timah Ilegal

Babel,LibangNews.Com — Upaya memberantas penyelundupan timah ilegal terus diperkuat Kepolisian Daerah Bangka Belitung (Polda Babel) dan Polda Kepulauan Riau (Kepri). Penguatan kerja sama lintas wilayah tersebut dibahas dalam pertemuan Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing dengan Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Kamis (13/8/2026).

Kapolda Babel datang ke Mapolda Kepri didampingi sejumlah pejabat utama. Kedatangannya disambut langsung Kapolda Kepri bersama jajaran.

Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso membenarkan adanya pertemuan tersebut. Menurutnya, kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarwilayah, khususnya dalam menghadapi tindak pidana penyelundupan timah yang berasal dari Bangka Belitung.

“Iya benar. Hari ini Bapak Kapolda Babel Irjen Pol Viktor bersama beberapa PJU berkunjung ke Polda Kepri dan bertemu langsung dengan Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin di Mapolda Kepri,” ujar Agus di Pangkalpinang, Kamis.

Salah satu fokus pembahasan, kata Agus, yakni strategi pencegahan sekaligus penindakan terhadap jaringan penyelundupan timah ilegal yang memanfaatkan jalur antarpulau.

Agus mengungkapkan, pelaku kerap menggunakan sejumlah modus untuk menghindari pengawasan aparat. Salah satunya dengan membawa timah ilegal dari Bangka Belitung melalui pulau-pulau kecil sebelum memasuki wilayah Kepulauan Riau.

Kondisi tersebut membuat penanganan kasus tidak cukup dilakukan oleh satu wilayah hukum. Diperlukan koordinasi antarkepolisian daerah untuk memutus jalur distribusi sejak dari daerah asal hingga wilayah tujuan.

“Polda Babel juga aktif membangun koordinasi dan kerja sama dengan sejumlah Polda lain seperti Polda Kepri, Polda Jambi, Polda Sumatera Selatan, Polda Lampung, Polda Banten hingga Polda Metro Jaya,” jelasnya.

Menurut Agus, jalur distribusi timah ilegal dapat melewati sejumlah provinsi sebelum akhirnya sampai kepada penadah atau dikirim ke luar negeri. Karena itu, pertukaran informasi dan operasi lintas wilayah menjadi bagian penting dalam penanganannya.

Selain memperkuat koordinasi dengan kepolisian di dalam negeri, Polda Babel juga meminta asistensi dari Bareskrim Polri dan Divisi Hubungan Internasional Polri untuk membangun kerja sama dengan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM).

Langkah tersebut berkaitan dengan sejumlah pengungkapan kasus di Malaysia yang menemukan adanya timah ilegal yang diduga berasal dari Bangka Belitung.

Agus menegaskan, Polda Babel berkomitmen untuk terus mengejar jaringan penyelundupan timah ilegal karena praktik tersebut berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara.

“Sinergi antarwilayah dan kerja sama lintas negara dinilai menjadi kunci penting dalam menekan praktik ilegal ini ke depannya,” pungkas Agus.(*)

Pos terkait