Babel,LibangNews.Com — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia ke-78, jajaran Polwan Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memperkuat pendekatan kepada generasi muda melalui program Polwan Goes To School.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menyambangi sejumlah sekolah di wilayah Babel, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Tak hanya sekadar memperkenalkan tugas kepolisian, para Polwan juga memberikan edukasi kepada pelajar mengenai sejumlah persoalan yang dinilai dapat mengancam tumbuh kembang dan masa depan generasi muda.
Ketua Seksi Polwan Goes To School, AKP Novera Permata Prabaningrum, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut HUT Polwan ke-78 yang digelar secara serentak di lingkungan Polda maupun Polres jajaran.
“Hari ini Polda Babel melaksanakan agendanya, termasuk Polres yang juga akan menyusul menggelar kegiatan serupa. Kami turun langsung bertemu adik-adik pelajar di sekolah, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi,” kata Novera, Senin (24/8/2026).
Menurut Novera, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara Polwan membangun komunikasi secara langsung dengan pelajar sekaligus menanamkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga diri dan lingkungan.
Terlebih, tema HUT Polwan ke-78 tahun ini mengusung One Police Women, Extraordinary Impact atau satu polisi wanita dengan dampak yang luar biasa.
Tema tersebut, kata Novera, diwujudkan melalui kehadiran Polwan di tengah masyarakat, khususnya kalangan pelajar yang dinilai memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa.
“Tujuannya memberikan edukasi sekaligus mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, sehingga dapat berdampak pada terciptanya situasi kamtibmas yang aman,” ujarnya.
Dalam sesi edukasi, pelajar diajak memahami sejumlah persoalan yang belakangan menjadi perhatian kepolisian. Di antaranya kekerasan seksual terhadap anak, perundungan atau bullying, penggunaan gawai secara bijak, aktivitas di media sosial hingga bahaya penyalahgunaan narkoba.
Novera menilai, perkembangan teknologi dan media sosial harus diikuti dengan kemampuan pelajar dalam menyaring informasi serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.
“Kehadiran kami di sekolah-sekolah ini ingin para pelajar memahami bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa yang sangat berpotensi. Karena itu, mereka harus memiliki pola pikir yang sehat dan jauh dari perbuatan negatif,” jelasnya.
Ia berharap pendekatan edukatif yang dilakukan Polwan dapat membangun kesadaran pelajar sejak dini sehingga mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan kondusif.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap dunia pendidikan, terutama dalam membentuk karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial.
“Tentunya ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mendukung dunia pendidikan. Kami berharap kegiatan hari ini dapat membentuk karakter generasi muda yang lebih baik,” pungkas Novera.










