Pangkalpinang,LibangNews.Com – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kota Pangkalpinang berjalan dengan baik. Hal itu disampaikan usai mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lontong Pancur, Kecamatan Pangkalbalam, Kamis (6/8/2026).
Menurut Dessy, Pemerintah Kota Pangkalpinang terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut melalui satuan tugas (satgas) yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Pengawasan dilakukan agar kualitas makanan, proses distribusi, hingga penerima manfaat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Kami memiliki Satgas MBG yang melibatkan pemerintah daerah, Sekretaris Daerah, Dinas Pangan, serta OPD terkait. Tugasnya memastikan program ini berjalan tepat sasaran dan kualitas makanan yang diberikan tetap terjaga,” ujarnya.
Dessy mengatakan, hasil peninjauan Menteri Wihaji menunjukkan pelayanan di SPPG Lontong Pancur telah berjalan sesuai standar operasional. Meski demikian, evaluasi dan pengawasan akan terus dilakukan agar kualitas layanan tetap konsisten.
“Dari hasil peninjauan hari ini, Menteri juga menyampaikan bahwa pelayanan di lokasi ini sudah berjalan dengan baik. Namun, pengawasan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Menteri Wihaji menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam menekan angka stunting.
Secara nasional, penerima manfaat MBG untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita telah mencapai lebih dari 9,6 juta orang. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri, sebanyak 33.852 penerima manfaat telah memperoleh layanan tersebut.
Saat meninjau SPPG Lontong Pancur, Menteri memastikan seluruh proses pelayanan, mulai dari penyediaan makanan, pengolahan, hingga distribusi kepada 498 penerima manfaat telah berjalan sesuai standar.
Ia juga meminta seluruh SPPG di Bangka Belitung yang belum menyalurkan MBG kepada kelompok 3B segera berkoordinasi dengan Perwakilan BKKBN Babel agar seluruh sasaran dapat segera menerima manfaat program.
Dalam rangkaian kunjungannya di Pangkalpinang, Wihaji turut mengunjungi keluarga berisiko stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi langkah penting dalam mencegah stunting sejak dini.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, menambahkan bahwa penyaluran MBG di Babel terus diawasi melalui data penerima manfaat yang telah terintegrasi serta pendampingan Tim Pendamping Keluarga (TPK), sehingga distribusi bantuan dapat dipastikan tepat sasaran.










