Pangkalpinang,LibangNews.Com – Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bangka terkait pemungutan dan penyetoran Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas tenaga listrik. Penandatanganan berlangsung di Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (5/8/2026).
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan PLN, sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor pajak tenaga listrik untuk mendukung pembangunan, khususnya penyediaan penerangan jalan umum (PJU).
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas pelayanan kelistrikan yang dinilai semakin baik dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, keandalan pasokan listrik menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, baik di sektor ekonomi, pemerintahan maupun kegiatan sosial.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang selama ini terus mendukung kebutuhan tenaga listrik di Kota Pangkalpinang. Pelayanannya juga semakin baik, sekarang sangat jarang terjadi pemadaman dan jika ada gangguan, penanganannya juga cepat,” ujar Saparudin.
Ia mengatakan, sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang memiliki aktivitas ekonomi yang terus meningkat hingga malam hari. Karena itu, ketersediaan listrik dan penerangan jalan menjadi kebutuhan yang harus terus ditingkatkan.
“Kita ingin Pangkalpinang menjadi kota yang semakin terang. Aktivitas masyarakat pada malam hari semakin tinggi, baik warga Pangkalpinang maupun masyarakat dari kabupaten lain yang datang untuk berwisata maupun melakukan kegiatan ekonomi. Karena itu pelayanan listrik dan penerangan jalan harus terus ditingkatkan,” katanya.
Saparudin mengakui masih terdapat sejumlah kawasan, terutama di wilayah permukiman baru seperti Kampak dan Kecamatan Girimaya, yang belum memiliki penerangan jalan secara memadai.
Pemerintah Kota, lanjutnya, akan terus menambah pemasangan lampu jalan secara bertahap melalui APBD, dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR), maupun bantuan pemerintah pusat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas penerangan jalan yang telah dipasang.
“Kadang baru satu atau dua hari dipasang, lampunya sudah dipecahkan. Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas ini karena manfaatnya untuk kepentingan bersama,” ujarnya.
Saparudin menambahkan, pemerintah juga terus melakukan pemantauan dan segera mengganti lampu jalan yang mengalami kerusakan setelah menerima laporan dari masyarakat.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Bangka PT PLN (Persero) UIW Bangka Belitung, Muhammad Taufik, mengatakan kerja sama PBJT ini tidak hanya memberikan kepastian dalam pengelolaan pajak tenaga listrik, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pangkalpinang.
“PBJT yang setiap bulan kami setorkan kepada pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi tambahan PAD. Harapannya dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan penerangan jalan umum di Kota Pangkalpinang,” katanya.
Taufik menegaskan PLN siap mendukung kebutuhan kelistrikan di lokasi-lokasi yang membutuhkan pasokan listrik, termasuk kawasan yang akan dipasang lampu jalan baru.
“Kalau ada lokasi yang membutuhkan suplai listrik, PLN siap hadir. Kami akan mendukung dari sisi penyediaan jaringan listrik, sementara pengadaan lampunya menjadi kewenangan pemerintah daerah,” ujarnya.
Selain mendukung infrastruktur kelistrikan, PLN juga berkomitmen membantu pengembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta kawasan wisata di Pangkalpinang.
Menurutnya, pertumbuhan UMKM yang semakin pesat memerlukan dukungan pasokan listrik yang andal agar mampu meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat.
“Kami juga siap mendukung kawasan wisata seperti Pantai Pasir Padi. Dengan infrastruktur kelistrikan yang memadai, kami berharap kawasan wisata dapat berkembang dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” jelasnya.
Terkait Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU), Taufik memastikan program tersebut masih berjalan. Saat ini SPLU telah tersedia di kawasan Lapangan Merdeka dan PLN siap menambah fasilitas serupa di lokasi wisata maupun pusat aktivitas masyarakat apabila dibutuhkan.
“Kalau nanti ada lokasi wisata baru atau titik-titik yang membutuhkan SPLU, kami siap mendukung pengadaannya. Prinsipnya PLN siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.










