Babel,LibangNews.Com— Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) kembali menegaskan perang terhadap praktik korupsi di lingkungan birokrasi. Komitmen tersebut dituangkan melalui Deklarasi Gerakan Babel Berintegritas yang digelar bersamaan dengan Upacara Bulanan Pemprov Babel, Kamis (17/9/2026).
Upacara tersebut dipimpin Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Babel Fery Afriyanto yang mewakili Gubernur Babel Hidayat Arsani sebagai inspektur upacara.
Dalam amanat Gubernur yang dibacakan Fery, Gerakan Babel Berintegritas membawa semboyan “Bersih Melayani, Amanah Mengabdi, Tanpa Korupsi.”
Hidayat mengatakan deklarasi ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur pemerintah agar tidak hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga mengedepankan integritas dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.
“Komitmen ini sejalan dengan upaya yang selama ini telah kita bangun dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik,” demikian amanat Hidayat.
Ia menilai integritas harus menjadi bagian dari budaya kerja aparatur. Menurutnya, capaian maupun penghargaan yang diterima pemerintah daerah tidak boleh berhenti sebagai sebuah predikat.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa Pemprov Babel mendapat pengakuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan ditetapkan sebagai peringkat kedua pemerintah provinsi terbaik secara nasional dalam upaya pencegahan korupsi.
Hidayat menegaskan capaian tersebut justru harus menjadi pemacu bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Penghargaan ini tentu bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan menjadi penyemangat sekaligus tanggung jawab bagi kita semua untuk terus mempertahankan dan meningkatkan komitmen tersebut,” tegasnya.
Ia meminta seluruh ASN dan PPPK di lingkungan Pemprov Babel tidak menjadikan penghargaan sebagai kebanggaan semata. Nilai integritas, kata dia, harus terlihat dalam perilaku, budaya kerja dan pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Integritas adalah landasan utama dari setiap langkah pelayanan publik yang kita berikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain persoalan integritas, Hidayat turut menyoroti kedisiplinan aparatur. Ia mengapresiasi ASN yang mengikuti upacara secara tertib dan tepat waktu sekaligus mengingatkan bahwa disiplin merupakan bagian dari profesionalitas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Seluruh ASN dan PPPK juga diminta bekerja secara jujur dan amanah serta memastikan tidak ada ruang bagi praktik korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Semboyan ini bukanlah sekadar jargon semata, melainkan komitmen nyata kita sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat,” katanya.
Gerakan Babel Berintegritas diharapkan tidak berhenti pada deklarasi. Pemerintah Provinsi Babel mendorong agar semangat tersebut diwujudkan melalui peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.
“Mari kita wujudkan birokrasi yang bersih dan melayani dengan sepenuh hati,” pungkasnya.
Deklarasi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Babel Hellyana, para pimpinan perangkat daerah, serta ASN dan PPPK di lingkungan Pemprov Babel.










