Babel,LibangNews.Com — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani menegaskan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Ia meminta pembahasan anggaran dilakukan secara bersama agar setiap rupiah uang rakyat tidak terbuang sia-sia.
Hal tersebut disampaikan Hidayat Arsani usai mengikuti rapat paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (31/8/2026).
Menurut Hidayat, pembahasan APBD harus dikawal secara serius oleh DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia menekankan anggaran daerah harus digunakan secara tepat sasaran dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
“Baru pembahasan APBD, semuanya uang rakyat. Kita kembali ke Dewan dan TAPD untuk duduk bersama bagaimana uang ini tidak mubazir, tepat sasaran, dan tidak merugikan,” kata Hidayat.
Ia menegaskan anggaran tersebut harus dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat Bangka Belitung secara luas.
“Jadi uang ini betul-betul digunakan untuk kepentingan rakyat seluruhnya untuk Bangka Belitung,” ujarnya.
Dalam pembahasan APBD, Hidayat menyebut terdapat tiga sektor yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah, yakni kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.
“Yang prioritasnya pasti kesehatan, pendidikan,” kata Hidayat.
Pernyataan tersebut kemudian dilanjutkan Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya yang menyebut infrastruktur sebagai salah satu prioritas.
Hidayat juga menegaskan pemerintah daerah tidak akan mengarahkan APBD untuk pembangunan proyek-proyek yang tidak memiliki urgensi bagi masyarakat.
“Infrastruktur, itu yang tiga ini. Jadi kita nggak ada aneh-aneh, nggak ada membangun proyek yang aneh-aneh,” tegasnya.
Ditanya mengenai rencana pembangunan rumah sakit jantung di Bangka Belitung, Hidayat memastikan fasilitas kesehatan tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah.
Namun, ia menegaskan pembangunan rumah sakit jantung tidak akan dipaksakan menggunakan sumber pembiayaan yang dinilai tidak tepat.
“Rumah sakit jantung, Ketua Dewan bukan nggak setuju, jangan pakai duit bank. Nunggu duit timah dulu,” ujar Hidayat.
Ketua DPRD Babel kemudian menyampaikan bahwa pihaknya masih mengejar potensi dana sekitar Rp1,7 triliun.
“Yang lagi Rp1,7 triliun itu lagi dikejar,” kata Ketua DPRD.
Hidayat pun menyatakan dukungannya agar dana tersebut dapat diperjuangkan.
“Nah, siap, siap, siap,” respons Hidayat.
Menurutnya, apabila anggaran telah tersedia, pembangunan rumah sakit jantung di Babel harus segera direalisasikan.
“Nggak ada katanya membangun rumah sakit pakai uang ini. Pokoknya uang ada, kita bangun,” tegasnya.
Hidayat bahkan menekankan bahwa keberadaan rumah sakit jantung merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat Babel.
“Itu rumah sakit jantung harus ada di Babel ini,” katanya.
Selain rumah sakit jantung, Ketua DPRD Babel juga menyebut pembangunan rumah sakit untuk penanganan penyakit stroke sebagai kebutuhan yang perlu diperhatikan.










